BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Pantura Jateng, Nelayan dan Pemancing Harap Waspada

BMKG, gelombang tinggi, Jateng, BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Pantura Jateng, Nelayan dan Pemancing Harap Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah (Jateng) yang berlaku mulai Kamis (9/1/2026) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (11/1/2026).

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang, Ganis Erutjahjo menyampaikan, potensi tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah. 

Daerah yang terdampak meliputi Perairan Kepulauan Karimunjawa bagian barat dan timur, Perairan Pekalongan–Kendal, Semarang–Demak, Jepara, serta Pati–Rembang.

“Secara umum, kondisi cuaca di perairan Pantai Utara Jawa Tengah hingga Laut Jawa bagian tengah didominasi hujan ringan,” ujar Ganis, Jumat (9/1/2026).

Waspadai kecepatan angin dan air pasang

BMKG mencatat, arah angin umumnya bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 2–15 knot. 

Namun, di Perairan Pekalongan–Kendal dan Perairan Karimunjawa bagian barat, kecepatan angin berpotensi meningkat hingga 20 knot.

Kondisi tersebut memicu gelombang laut dalam kategori rendah hingga sedang. 

Gelombang rendah berada pada kisaran 0,5–1,25 meter, sementara gelombang sedang dapat mencapai 1,25–2,5 meter. 

Potensi gelombang sedang ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Karena adanya potensi cuaca ini, BMKG mengingatkan agar pemancing dan nelayan, terutama nelayan kecil, agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut. 

Perahu nelayan dinilai berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. 

Sementara kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Selain gelombang tinggi, BMKG juga menyoroti potensi pasang air laut di wilayah Pantai Utara Jateng. 

Pasang diprediksi terjadi pada 16–23 Januari 2026 dan berpotensi menimbulkan banjir pesisir atau rob di sejumlah kawasan.

“Puncak pasang umumnya terjadi pada malam hari dengan ketinggian sekitar satu meter dan potensi genangan 5 hingga 15 sentimeter,” kata Ganis.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir serta pelaku aktivitas kelautan untuk rutin memantau informasi cuaca maritim resmi guna mengantisipasi perubahan cuaca dan menjaga keselamatan.

Prediksi cuaca sepanjang 9–11 Januari 2026

Dilansir dari laman resminya, BMKG mengatakan bahwa dalam periode 9-11 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

Namun, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kep. Bangka Belitung
  • Jakarta
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Bali
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): 

  • Sumatera Barat
  • Kep. Riau
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Timur
  • NTB
  • NTT
  • Kalimantan Barat
  • Maluku Utara
  • Papua Selatan.

Angin Kencang: 

  • Maluku bagian Tenggara
  • Kep. Riau
  • Papua Selatan
  • NTB
  • NTT
  • Bali
  • Jawa Timur
  • Jawa Tengah
  • Jawa Barat
  • Sulawesi Selatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang