BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jateng Sepanjang Januari, Ini Daftar Wilayahnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah (Jateng) pada Dasarian III Januari 2026 menyusul potensi curah hujan tinggi mencapai 200-300 milimeter per dasarian.
"Status siaga tersebut merupakan peringatan dini tertinggi dalam Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang perlu diantisipasi bersama," kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, Rabu.
Selain status siaga, BMKG juga menetapkan status waspada untuk sejumlah daerah di Jateng dengan potensi curah hujan 150-200 milimeter per dasarian.
Daerah Jateng yang berstatus siaga hujan lebat
Dilansir dari pemberitaan Antara, menurut Tunggul, wilayah yang masuk dalam status siaga hujan lebat pada Dasarian III Januari 2026 atau periode 21-31 Januari meliputi:
- Kabupaten Tegal
- Kabupaten Pemalang
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Batang
- Kabupaten Demak
- Kabupaten Kudus
- Kabupaten Jepara
- Kota Pekalongan.
Sedangkan wilayah dengan status waspada ada di daerah ini:
- Kabupaten Brebes
- Kabupaten Cilacap
- Kabupaten Banyumas
- Kabupaten Purbalingga
- Kabupaten Kebumen
- Kabupaten Banjarnegara
- Kabupaten Wonosobo
- Kabupaten Purworejo
- Kabupaten Temanggung
- Kabupaten Magelang
- Kabupaten Kendal
- Kabupaten Semarang
- Kabupaten Boyolali
- Kabupaten Klaten
- Kabupaten Sragen
- Kabupaten Sukoharjo
- Kabupaten Karanganyar
- Wonogiri.
"Status waspada juga berlaku untuk Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Salatiga, serta Kota Surakarta," kata Tunggul.
BMKG mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hujan lebat, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor, terutama di daerah rawan bencana.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan segera melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi," katanya.
Teguh mengatakan BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika atmosfer dan memperbarui informasi peringatan dini sesuai dengan kondisi cuaca terbaru di wilayah Jawa Tengah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang