BMKG: Lampung Berpotensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi hingga 8 Januari 2026

BMKG, Lampung, gelombang tinggi, angin kencang, BMKG: Lampung Berpotensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi hingga 8 Januari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi cuaca sepanjang Selasa (6/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026).

Menurut BMKG, sepanjang sepekan terakhir, hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem sudah terjadi di beberapa wilayah, seperti hujan ekstrem di DI Yogyakarta (165 mm/hari) dan Sumatera Barat (159,2 mm/hari), dan hujan dengan intensitas sangat lebat di Kalimantan Barat (108,6 mm/hari) dan Maluku (103,3 mm/hari).

Peningkatan intensitas hujan di Indonesia dalam sepekan terakhir masih dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer, seperti kondisi La Nina lemah dan angin Monsun Asia yang lebih kuat dibanding normalnya yang bersamaan dengan indeks seruakan dingin (cold surge) yang signifikan.

Dinamika atmosfer sepekan ke depan

Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal akan berperan signifikan dalam memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.

Pada skala global, El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air.

Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif dalam sepekan ke depan melintasi wilayah Aceh, Sumatera bagian Selatan, Jawa, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, dan sebagian besar Papua.

Selain itu, gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator diprakirakan aktif dalam sepekan ke depan di wilayah Aceh, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Fenomena-fenomena ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak.

Bibit Siklon Tropis 91S yang saat ini menjadi Siklon Tropis Jenna (kategori 1, kecepatan maksimum 35 knot) pada tanggal 5 Januari 2026 pukul 13.00 WIB terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung bergerak ke arah Selatan.

Intensitas Siklon Tropis Jenna diprediksi meningkat menjadi siklon tropis kategori 2 (48-63 knot) dalam beberapa hari ke depan.

Secara tidak langsung, Siklon Tropis ini memberikan dampak berupa gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di sebagian wilayah Sumatra bagian selatan dan Jawa bagian barat.

Sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat Aceh dan Laut China Selatan sebelah utara Kalimantan, yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin dan pertemuan angin di Samudra Hindia barat Aceh, Laut China Selatan, dan dari Laut Sulu hingga Laut China Selatan.

Prospek cuaca 6–8 Januari 2026

Dilansir dari laman resmi BMKG, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat sepanjang 6-8 Januari 2026. 

Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di:

  • Sumatera Utara
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Banten
  • DK Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • D.I Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua
  • Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat–sangat lebat):

  • Aceh
  • Sumatera Barat
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • D.I Yogyakarta
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku Utara
  • Papua Pegunungan.

Angin Kencang:

  • Lampung
  • Bengkulu
  • Kalimantan Timur
  • Sulawesi Tengah
  • Papua Selatan.

Dalam analisis BMKG tersebut, Lampung berpotensi hujan intensitas sedang dan angin kencang sepanjang 6-8 Januari 2026.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Selain itu, ada pula peringatan gelombang tinggi di sekitar Lampung. Yaitu gelombang 1,25-2,5 meter yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung.

BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada dan memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG melalui berbagai kanal informasi, antara lain www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang