BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob hingga 5 Februari 2026, Ini Kawasan Terdampak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Pusat Meteorologi Maritim menyampaikan peringatan dini mengenai potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan berlangsung pada 10 Januari hingga 5 Februari 2026.
Peringatan tersebut dikeluarkan setelah BMKG melakukan pemantauan terhadap data ketinggian muka air laut (water level) serta prakiraan pasang surut di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Kondisi pasang laut maksimum ini diperkirakan semakin menguat seiring terjadinya fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026.
Pada fase tersebut, gaya gravitasi bulan berpotensi meningkatkan ketinggian air laut secara signifikan.
Kondisi pasang maksimum ini berisiko menimbulkan dampak berupa genangan di kawasan pesisir, khususnya di sekitar pelabuhan, permukiman nelayan, tambak garam, serta area perikanan darat.
Selain itu, aktivitas masyarakat di wilayah pelabuhan juga berpotensi terganggu, mulai dari kegiatan bongkar muat, aktivitas perdagangan, hingga kelancaran akses logistik laut.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir rob.
Wilayah banjir rob hingga 5 Februari 2026
Dikutip dari akun Instagram @infobmkg, beberapa wilayah pesisir yang diprediksi terdampak banjir pesisir antara lain:
- Pesisir Sumatera Utara
- Pesisir Kepulauan Riau
- Pesisir Sumatera Barat
- Pesisir Jambi
- Pesisir Kepulauan Bangka Belitung
- Pesisir Banten
- Pesisir Jakarta
- Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Nusa Tenggara Barat
- Pesisir Kalimantan Timur
- Pesisir Kalimantan Selatan
- Pesisir Kalimantan Tengah
Wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk waspada terhadap peningkatan ketinggian air laut yang berpotensi menyebabkan genangan daratan secara mendadak, terutama saat puncak pasang yang biasanya terjadi pada pagi dan malam hari.
Pada situasi tersebut, kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal dapat memperburuk banjir serta memperlambat penyusutan genangan air.
BMKG turut menegaskan perlunya kesiapan dari seluruh unsur masyarakat, terutama nelayan, pengelola pelabuhan, pengelola tambak, serta aparat pemerintah daerah di kawasan terdampak.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG merekomendasikan penundaan aktivitas pesisir yang tidak mendesak, pengamanan peralatan dan aset usaha di sekitar pesisir, serta pemantauan secara berkala terhadap prakiraan dan peringatan melalui kanal resmi BMKG Maritim.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang