BMKG Ungkap Potensi Angin Kencang di Cilacap Hingga Akhir Pekan, Nelayan Waspada Gelombang Tinggi
BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mencatat peningkatan signifikan kecepatan angin di wilayah Cilacap dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan embusan angin mulai menguat sejak 9 Januari 2026.
Puncak kecepatan angin terjadi pada 12 Januari 2026 dengan kekuatan mencapai 32 knot disertai hujan.
Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang memicu aliran angin kencang melintasi wilayah Jawa bagian selatan.
Kecepatan Angin Menguat, Dipicu Perbedaan Tekanan Udara
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan peningkatan kecepatan angin terjadi secara bertahap dalam beberapa hari.
"Kecepatan angin maksimum secara berurutan tercatat 25 knot pada 9 Januari, 30 knot pada 10 Januari, 22 knot pada 11 Januari, dan meningkat tajam menjadi 32 knot pada 12 Januari siang," ujar Teguh Wardoyo, Rabu (14/1/2026).
Memasuki Selasa (13/1/2026), BMKG mencatat kecepatan angin maksimum masih terpantau cukup kuat, yakni mencapai 16 knot, meskipun intensitasnya mulai menunjukkan penurunan.
Menurut Teguh, kondisi angin kencang tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer berupa keberadaan pusat tekanan rendah di Australia bagian timur laut dengan tekanan sekitar 1.000 milibar serta tekanan tinggi di wilayah Asia yang mencapai 1.023 milibar.
"Perbedaan tekanan udara yang cukup besar ini memicu aliran angin yang lebih kencang, terutama melintasi wilayah Indonesia termasuk Cilacap," jelasnya.
Prakiraan Cuaca Sepekan ke Depan
BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya dalam sepekan ke depan berpotensi hujan ringan hingga sedang.
"Potensi angin kencang masih diperkirakan terjadi hingga akhir pekan dengan kecenderungan hujan turun pada sore hingga malam hari," katanya.
Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 24 hingga 33 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban antara 56 hingga 91 persen. Sementara itu, angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar 5 hingga 45 kilometer per jam.
Gelombang Laut Selatan Jawa Berpotensi Tinggi
BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.
Masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna jasa kelautan diimbau tetap waspada terhadap potensi dampak angin kencang dan gelombang tinggi tersebut.
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul "BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di Cilacap Hingga Akhir Pekan, Gelombang Tingga Intai Nelayan".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang