BMKG: Hari Ini Berpotensi Hujan Petir dan Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Sejumlah Wilayah Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan berpetir serta gelombang laut tinggi hingga enam meter yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (8/1/2026).
Prakirawan BMKG, Lintang, dalam siaran daring yang diikuti dari Jakarta, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di sejumlah kota besar. Wilayah tersebut meliputi Banda Aceh, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Jambi, Semarang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Mataram, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayawijaya, Kendari, hingga Merauke.
Ilustrasi aktivitas petir.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Medan, Serang, Yogyakarta, Palangka Raya, Merauke, dan Makassar. Adapun hujan lebat hingga hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Pekanbaru, Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Mamuju, dan Kupang.
BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca berawan tebal hingga berkabut di wilayah Nabire dan Manokwari.
Menurut BMKG, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer. Salah satu faktor utamanya adalah keberadaan Siklon Tropis Jenna yang saat ini berada di perairan Samudra Hindia barat daya Banten.
Siklon Tropis Jenna diperkirakan meningkat ke kategori tiga dalam dua hari ke depan. Saat ini, siklon tersebut memiliki kecepatan angin sekitar 25 knot atau berada pada kategori dua, yang memicu terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin di wilayah lintasannya.
Tim Meteorologi BMKG mengonfirmasi bahwa kondisi ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin serta tinggi gelombang laut di perairan Indonesia hingga mencapai enam meter. Gelombang tinggi tersebut diprakirakan berlangsung pada periode 7 hingga 10 Januari 2026.
BMKG mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif sama.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, antara lain perairan Morotai, Halmahera, Obi, Sanana, Taliabu, Kayoa, Kepulauan Loloda, Batang Dua, Ternate, Bacan, Teluk Weda, serta perairan Kepulauan Halmahera dan Gebe.
Selain itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Laut Arafura bagian tengah dan timur, serta wilayah selatan Karimata bagian utara.
BMKG juga memperingatkan potensi gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 4 hingga 6 meter di perairan Laut Natuna Utara. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, sehingga nelayan dan operator transportasi laut diimbau untuk berhati-hati. (Sumber ANTARA)