Penyintas Kebakaran Panti Werdha Damai Manado Kenang Natal Terakhir dan Sebut Pertolongan Tuhan
Tragedi kebakaran melanda Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu (28/12/2025) malam.
Api berkobar sekitar pukul 20.36 WITA dan dengan cepat menjebak puluhan penghuni panti lansia di dalam bangunan.
Peristiwa ini menewaskan 16 penghuni, sementara sejumlah lainnya berhasil dievakuasi dan kini menjalani perawatan medis.
Kebakaran terjadi hanya beberapa hari setelah para lansia merayakan Natal bersama, tanpa firasat akan musibah yang datang.
Saat sebagian penghuni bersiap beristirahat, kobaran api yang muncul diduga dari area dapur menyebar cepat, disertai asap tebal yang menyulitkan evakuasi.
Sejumlah penghuni berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit, sementara 16 lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Ci Hoa Kenang Natal Terakhir yang Berlangsung Meriah
Beberapa lansia penyintas kebakaran membagikan kisah mereka setelah melewati tragedi yang mengerikan.
Lao Kiem Hoa (73) yang akrab disapa Ci Hoa, salah satu penghuni yang selamat, memilih mengenang suasana Natal beberapa hari sebelum kebakaran sebagai momen yang membahagiakan.
"Sangat meriah, kami kumpul bersama, ibadah, nyanyi, makan bersama," kata dia saat ditemui Tribun Manado di RSUD Manado, Senin (29/12/2025).
Baginya, Natal bukan sekadar perayaan, melainkan momen spiritual.
"Kami memuliakan Tuhan dalam Natal," katanya.
Hal serupa diungkapkan Oma Rolin yang menyebut perayaan Natal sudah dimulai beberapa hari sebelum 25 Desember 2025.
"Kami kumpul ibadah, nyanyi dan lainnya, sangat bahagia," kata dia.
Ia mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kebakaran terjadi.
"Sama sekali tidak ada firasat atau apapun," katanya.
Ci Hoa juga menceritakan detik-detik saat dirinya diselamatkan setelah seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Saat keluar, ia mendapati api sudah menyebar luas di dalam panti.
"Saya tidak bisa lagi berjalan, hanya bisa jalan pakai alat bantu," kata dia.
Ia berusaha menyelamatkan diri sambil berdoa hingga akhirnya ditolong seseorang.
"Ia membopong saya, hingga saya bisa selamat," katanya.
Meski selamat dari kebakaran, Ci Hoa menyebut peristiwa itu tidak mengubah keyakinannya.
"Karena Tuhan masih menyelamatkan saya, maka hidup ini saya akan pakai untuk kemuliaannya," katanya.
Lao Kiem Hoa (73) Korban Selamat insiden kebakaran Panti Werdha Ranomuut Kota Manado, ia kini dirawat di RSUD Manado, Senin (29/12/2025). ?Lansia yang akrab disapa Ci Hoa itu masih menyimpan trauma usai lolos dari insiden kebakaran Panti Werdha Ranomuut, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Minggu (28/12/2025) malam.
Oma Rolin Sebut Adanya Pertolongan Tuhan
Oma Rolin (64) yang juga merupakan salah satu penyintas kebakaran Panti Werdha Damai juga membagikan kisahnya.
Ditemui di ruang perawatan lantai 6 RSUD Manado, Senin (29/12/2025), ia mengaku masih mengalami syok.
"Saya tak apa apa, hanya shock," kata dia.
Saat kejadian, Oma Rolin mengaku sedang bersiap tidur dan baru saja meminum obat.
"Kamar saya berada dekat dapur, tiba tiba saja ada api," katanya.
Dalam kondisi stroke dan berjalan dengan bantuan tongkat, ia tetap berusaha keluar dari kamar di tengah api dan asap.
Ia menyebut keselamatannya sebagai pertolongan Tuhan.
"Ini semua karena pertolongan Tuhan, saya tak tahu dapat kekuatan apa, tapi saya berjalan dan selamat," katanya.
Namun, tidak semua rekannya bernasib sama. Oma Rolin mengenang sahabat dekatnya yang biasa menemaninya bermain gaple.
"Biasanya kami sering main gaple," katanya.
Tragedi kebakaran Panti Werdha Damai Manado meninggalkan duka mendalam, dengan kisah Natal terakhir dan perjuangan hidup para lansia yang selamat menjadi pengingat rapuhnya kehidupan.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kisah Natal Terakhir Penghuni Panti Werda Damai Manado: "Kami Bahagia, Sangat Meriah".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang