Kisah Evakuasi Warga Sumbersari Saat Awan Panas Semeru Mehantam Permukiman

Semeru, Lumajang, erupsi Semeru, erupsi Gunung Semeru, gunung semeru erupsi, Kisah Evakuasi Warga Sumbersari Saat Awan Panas Semeru Mehantam Permukiman, “Yang Terpenting Bisa Evakuasi Semua”, Rumah Warisan Keluarga Terkubur Lahar, Dusun Sumbersari Porak Poranda, Sepasang Suami Istri Alami Luka Bakar

 Erupsi Gunung Semeru kembali meninggalkan duka mendalam bagi warga di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Awan panas guguran yang meluncur pada Rabu (19/11/2025) sore disusul aliran lahar dingin membuat Dusun Sumbersari di Desa Supiturang porak poranda.

Di antara warga yang terdampak, kisah Daniyal (37)  menggambarkan betapa dahsyatnya bencana yang terjadi.

“Yang Terpenting Bisa Evakuasi Semua”

Daniyal, warga Dusun Sumbersari, masih tampak tertekan saat menceritakan detik-detik bencana. Rumah dan tempat usahanya kini terkubur material lahar vulkanik setinggi hampir setengah badan orang dewasa.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa awan panas Semeru bisa mencapai permukimannya.

“Yang terpenting bisa evakuasi semua,” ujarnya dengan suara bergetar, Kamis (20/11/2025).

Selama ini, lahar dingin maupun lava tidak pernah mencapai rumahnya. Namun erupsi tahun ini berbeda. Menjelang magrib, situasi berubah drastis.

“Awalnya awan tidak sampai sini. Saat maghrib tiba-tiba ada lahar itu. Ada sirine sekitar sebelum jam dua siang, saya sama keluarga langsung mengungsi. Kata warga, lahar dingin masuk sekitar maghrib atau isya',” tuturnya.

Aliran abu dan lumpur vulkanik yang kental bergerak cepat, membawa bebatuan besar yang menghantam rumah-rumah warga.

Rumah Warisan Keluarga Terkubur Lahar

Peristiwa itu amat meninggalkan luka bagi Daniyal. Rumah warisan dari kakeknya yang selama ini menjadi tempat tinggal dan usaha keluarganya luluh lantak.

“Rumah ini sudah ada sejak kakek saya. Beberapa tahun lalu lahar dingin tidak sampai sini, tapi sekarang sampai sini. Rasanya trauma dan kaget,” ucapnya.

Daniyal kini mengungsi bersama keluarganya ke rumah kerabat di Candipuro. Ia belum berani kembali karena ancaman susulan awan panas masih mungkin terjadi.

Kerugian pun belum dapat dihitung secara pasti.

“Sementara belum bisa mengkalkulasikan berapa kerugian. Mungkin ratusan juta, karena semua ruangan kemasukan material lahar dingin,” ujarnya.

Saat ini hampir seluruh ruangannya tertimbun material vulkanik sedalam sekitar 5–10 meter.

Dusun Sumbersari Porak Poranda

Satu hari setelah erupsi, kondisi Dusun Sumbersari terlihat memprihatinkan. Puing-puing bangunan berserakan serta lumpur tebal menutup jalan dan rumah

Selai itu rangka kayu serta atap hangus banyak yang ambruk, termasuk SDN 02 Supit Urang yang hanya menyisakan fondasi

Warga kembali ke rumah bukan untuk tinggal, melainkan mencari barang-barang yang mungkin masih selamat. Banyak yang hanya bisa berdiri menatap kosong bekas rumah mereka.

Hingga kini belum ada data pasti jumlah rumah rusak, namun diperkirakan ratusan rumah hancur akibat erupsi awan panas dan lahar dingin Semeru.

Relawan dan tim tanggap darurat masih menyisir lokasi untuk evakuasi dan pembersihan material vulkanik.

Sepasang Suami Istri Alami Luka Bakar

Bencana ini juga menimpa pasangan suami istri asal Kediri, Haryono (49) dan Normawati (43). Keduanya melintas di Jembatan Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, tepat saat awan panas guguran menghujam kawasan tersebut.

Material vulkanik bergerak cepat hingga menghantam area jembatan, membuat pasangan itu tergelincir karena jalan licin oleh abu panas.

Keduanya segera dievakuasi oleh petugas.

Sekda Lumajang, Agus Triyono, memastikan penanganan cepat telah dilakukan.

"Penanganan awal sudah dilakukan, terutama untuk luka bakarnya. Namun karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, keduanya dirujuk ke RS Pasirian,” ujarnya.

Keduanya mengalami luka bakar sekitar 20 persen dan masih menjalani perawatan intensif.

BPBD Lumajang mengimbau warga agar tidak memasuki zona bahaya erupsi Semeru, terutama alur sungai dan jalur yang tertutup abu panas yang mudah licin.

Aparat gabungan terus memantau kondisi karena potensi luncuran susulan masih mungkin terjadi.

“Prioritas utama kami keselamatan warga. Aktivitas di wilayah terdampak harus benar-benar dibatasi agar tidak ada tambahan korban,” tegas Sekda Agus.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Trauma Mendalam Korban Semeru, Rumah Warisan Daniyal di Lumajang Tertimbun Lahar Setinggi Lutut

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.