Duka di Panti Werdha Damai Manado, Sejarah 50 Tahun yang Lenyap dalam Semalam

Duka mendalam menyelimuti Kota Manado, Sulawesi Utara. Peristiwa kebakaran hebat melanda Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, pada Minggu (28/12/2025) malam.
Musibah ini mengakibatkan 16 orang penghuni lansia meninggal dunia, sementara 16 lainnya berhasil diselamatkan dan kini tengah menjalani perawatan intensif.
Sejarah Panti Werdha Damai: Berawal dari Nama "Gertruida"
Panti Werdha Damai bukan sekadar bangunan biasa. Institusi ini memiliki akar sejarah yang kuat di Manado. Kepala Panti, Olva Sumual, mengungkapkan bahwa panti ini telah berdiri selama kurang lebih 50 tahun.
Dahulu, masyarakat mengenal tempat ini dengan nama Panti Werdha Gertruida. Nama tersebut diambil dari sosok pendirinya, seorang perempuan Indonesia yang memiliki nama khas era kolonial.
"Nama itu (Gertruida) kemudian diubah menjadi 'Damai' atas saran pekerja sosial, karena nama sebelumnya dianggap terlalu sulit diucapkan," ujar Olva, Senin (29/12/2025).
Bangunan yang kini porak-poranda tersebut memiliki sekitar 20 kamar dengan kapasitas yang bervariasi.
Meski berada di pemukiman padat dan dikelilingi pagar tinggi, panti ini menjadi rumah bagi puluhan lansia yang membutuhkan perlindungan selama setengah abad terakhir.
Data Korban dan Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang dihimpun, total penghuni panti tercatat sebanyak 35 orang. Namun, saat api berkobar sekitar pukul 20.00 Wita, hanya terdapat 31 orang di lokasi. Empat penghuni lainnya sedang berada di rumah kerabat untuk merayakan Natal.
"Yang ada di dalam panti saat itu 31 orang, terdiri dari lima laki-laki dan 26 perempuan," kata Olva.
Saat kejadian, pengurus panti sebagian besar sedang menghadiri acara Natal.
Di lokasi hanya terdapat sepasang suami istri yang bertugas sebagai penjaga. Beberapa lansia menyelamatkan diri dengan cara dramatis, termasuk melompat pagar ke area belakang panti yang tidak terdampak api.
Adapun rincian penanganan korban adalah sebagai berikut:
- Korban Meninggal Dunia: 16 orang (saat ini berada di RS Bhayangkara untuk proses identifikasi).
- Korban Selamat: 16 orang (dirawat di RSUD Kota Manado, RSUP Kandouw, dan RS JH Awaloei).
Kondisi Pasien dan Trauma Mendalam
Secara fisik, para lansia yang selamat dilaporkan dalam kondisi stabil. Namun, faktor psikologis menjadi perhatian utama tim medis. Banyak penghuni yang mengalami trauma berat akibat terjebak dalam kobaran api.
"Karena trauma, Pemerintah Kota Manado menginginkan mereka tetap di rumah sakit supaya lebih tenang. Tempat tidur dan makanan juga sudah disiapkan," tutur Olva.
Kekhawatiran muncul pasca-perawatan di rumah sakit, mengingat tidak semua lansia memiliki keluarga.
Data panti menunjukkan ada sekitar delapan orang yang benar-benar terlantar dan tidak memiliki rumah untuk kembali.
Semangat Mapalus: Gotong Royong Warga Manado
Di tengah duka, budaya Mapalus atau gotong royong khas masyarakat Minahasa muncul dengan kuat. Sejak Senin pagi, warga dari berbagai kelompok berbondong-bondong mendatangi RSUD Manado untuk membawa bantuan.
Mulai dari jemaat Gereja Kristus Manado hingga mantan Bupati Sitaro, Eva Sasingen, turun tangan memberikan bantuan berupa makanan, beras, telur, hingga air mineral.
Dirut RSUD Manado, Heski Lintang, mengonfirmasi bahwa bantuan logistik terus mengalir.
"Kami juga sediakan makanan tiga kali sehari, tapi jika ada tambahan (dari warga) ya tidak apa-apa," ungkapnya.
Respons Pemerintah Kota Manado
Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, yang meninjau lokasi kejadian menyatakan bahwa pemerintah akan menanggung penuh kebutuhan para korban.
"Kami mendukung penuh upaya pihak panti dalam menyiapkan rumah sementara. Kami juga akan sediakan bantuan untuk mengisi rumah itu. Selain itu, Pemkot Manado menyiapkan peti mati serta pemakaman untuk para korban meninggal dunia," tegas Richard.
Pihak panti pun berharap adanya bantuan dari donatur untuk membangun kembali bangunan yang kini hanya menyisakan dinding menghitam dan tumpukan kursi roda yang terbakar.
Saat ini, Tim Labfor masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Pemilik Panti Werdha Damai Manado Sebut Sebagian Lansia Tak Punya Keluarga, Butuh Tempat Penampungan
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang