Tragedi Panti Werdha Damai Manado, Kebakaran Maut Renggut Nyawa 16 Lansia Usai Rayakan Natal Terakhir

Sukacita Natal yang baru saja dirayakan para penghuni Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, berubah menjadi duka mendalam.
Sebuah kebakaran hebat melanda fasilitas lansia tersebut pada Minggu (28/12/2025) malam, merenggut belasan nyawa di tengah sisa-sisa suasana perayaan lahirnya Sang Juruselamat.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 20.36 Wita, hanya beberapa hari setelah para lansia menikmati momen kebersamaan yang mereka sebut sebagai "Natal terindah".
Nestapa Setelah Natal Terindah
Bagi para penghuni, Natal tahun 2025 adalah kenangan yang sangat membekas sebelum musibah datang. Ci Hoa, salah satu korban selamat, mengenang bagaimana mereka bernyanyi dan makan bersama dengan penuh kegembiraan.
"Sangat meriah, kami kumpul bersama, ibadah, nyanyi, makan bersama. Kami memuliakan Tuhan dalam Natal," ujar Ci Hoa saat ditemui di RSUD Manado, Senin (29/12/2025).
Hal senada diungkapkan Rolin (64). Ia menceritakan bahwa perayaan sudah dimulai sejak beberapa hari sebelum 25 Desember.
Namun, kebahagiaan itu kini berganti nestapa yang membuatnya syok berat.
"Sama sekali tidak ada firasat. Sedih sekali, teman-teman yang kemarin kumpul saat Natal kini telah terbaring kaku. Saya masih shock," kata Rolin dengan nada lirih.
Kesaksian "Mujizat" di Tengah Kobaran Api
Di balik duka, terselip kisah-kisah luar biasa tentang perjuangan bertahan hidup. Rolin, yang menderita penyakit strok dan harus berjalan menggunakan tongkat, berhasil keluar dari kamarnya yang berdekatan dengan titik api di area dapur.
"Saya tak tahu dapat kekuatan apa, tapi saya berjalan dan selamat. Ini semua karena pertolongan Tuhan, ini mujizat," tuturnya. Meski selamat, ia harus kehilangan "teman sehati" yang biasanya sering menemaninya bermain gaple di panti tersebut.
Sementara itu, Ci Hoa selamat berkat aksi heroik seseorang yang mengetuk pintu kamarnya saat api sudah merajalela.
Karena keterbatasan fisik, ia tidak bisa berjalan normal dan hanya menggunakan alat bantu.
"Ia (penolong) membopong saya hingga saya bisa selamat. Karena Tuhan masih menyelamatkan saya, maka hidup ini akan saya pakai untuk kemuliaan-Nya," ucapnya syukur.
Daftar Korban dan Penanganan Medis
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 16 orang meninggal dunia dalam insiden ini. Sementara itu, 16 penghuni lainnya berhasil diselamatkan, di mana 9 orang di antaranya menjalani perawatan intensif di lantai 6 RSUD Manado.
Berikut adalah identitas 9 korban selamat yang dirawat di RSUD Manado:
- Yetti Kandou (86)
- Lao Kiem Hoa (73)
- Meske Merte (65)
- Rolin Rungan (64)
- Paulus Kaonang (70)
- Chrishan Yusuf (67)
- Rike Kaligis (73)
- Sutinem (60)
- Kwan She Poe (68)
Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, yang meninjau lokasi dan rumah sakit, memastikan pemerintah daerah akan menanggung seluruh kebutuhan korban.
"Kami siapkan peti mati serta pemakaman untuk korban meninggal. Untuk yang selamat, Pemkot menyiapkan makanan dan kebutuhan lainnya selama perawatan," tegas Richard.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Pihak Polda Sulawesi Utara melalui Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan menyatakan bahwa tim identifikasi dari Polresta Manado, Tim DVI Bidokkes, dan Bidlabfor Polda Sulut tengah bekerja di lokasi kejadian.
"Bidlabfor melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi guna mengetahui kronologis dan dugaan awal penyebab kebakaran," jelas Alamsyah. Saat ini, 16 jenazah korban meninggal telah dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Reki, seorang relawan pemadam kebakaran yang membantu evakuasi, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan perjuangannya.
Ia berhasil menyelamatkan tujuh orang dengan cara mengangkat mereka melewati pagar panti.
"Ada opa yang berhasil saya selamatkan, tapi meninggal karena terlalu banyak terpapar asap. Ada juga seorang oma yang sempat bilang akan berkumpul dengan keluarganya tanggal 5 nanti, tapi dia meninggal dunia. Itu yang saya sesali," pungkas Reki.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kisah Natal Terakhir Penghuni Panti Werda Damai Manado: "Kami Bahagia, Sangat Meriah"
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang