Evakuasi Korban Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Berlangsung Dramatis, 16 Orang Tewas

kecelakaan bus, Evakuasi Korban Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Berlangsung Dramatis, 16 Orang Tewas

Kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans jurusan Bogor–Yogyakarta di simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025) dini hari, tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga menyuguhkan proses evakuasi yang penuh risiko bagi tim penyelamat.

Bus bernomor polisi B 7201 IV itu mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 00.30–01.00 WIB, di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Akibat peristiwa tersebut, 16 penumpang meninggal dunia, sementara 18–19 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kehilangan kendali, menghantam pembatas jalan, lalu terguling dengan posisi miring ke sisi kiri.

Benturan keras membuat badan bus ringsek, menyebabkan sejumlah penumpang terlempar dan sebagian lainnya terjepit di dalam bangkai kendaraan.

Evakuasi Korban Penuh Risiko, TKP Penuh Pecahan Kaca

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, mengatakan proses evakuasi berlangsung dramatis dan membutuhkan kehati-hatian ekstra. Pecahan kaca berserakan di sekitar lokasi kecelakaan, menciptakan medan yang berbahaya bagi korban maupun petugas.

Dari dokumentasi Basarnas, tampak petugas SAR mengenakan helm, pelindung siku dan lutut, sarung tangan, masker, serta head lamp untuk melindungi diri selama proses penyelamatan.

“Kami bersama tim SAR gabungan dari Polri, Jasa Marga, PMI, dan unsur terkait lainnya berhasil mengevakuasi seluruh korban. Total ada 16 penumpang meninggal dunia dan 19 lainnya mengalami luka-luka,” ujar Budiono di lokasi kejadian.

Sejumlah korban terjepit di dalam badan bus yang terguling. Tim penyelamat harus masuk ke dalam bus, membuka akses satu per satu, menyingkirkan pecahan kaca, serta mengevakuasi korban secara manual dengan peralatan terbatas.

“Evakuasi selesai sekitar pukul 04.00 WIB. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal bus hilang kendali saat melaju kencang dari arah Jakarta menuju Yogyakarta,” imbuh Budiono.

Seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Semarang. Di antaranya RSUP dr Kariadi, RS Columbia Asia, serta RSUD dr Adhyatma MPH atau RS Tugu Semarang.

Berdasarkan data sementara, enam korban luka dirawat di RS Columbia Asia, delapan korban dirawat di RSUD dr Adhyatma MPH, sementara korban lainnya dirawat di rumah sakit lain di Semarang.

Kapolda Jateng: Sopir Cadangan, Tes Urine Dilakukan

kecelakaan bus, Evakuasi Korban Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Berlangsung Dramatis, 16 Orang Tewas

Bus PO. Cahaya Trans mengalami kecelakaan di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin (22/12/2025) pukul 00.30 WIB dini hari. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, saat meninjau kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kecelakaan bus tersebut.

“Yang pertama-tama kami menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas kejadian kecelakaan bus dini hari tadi yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia,” ujar Ribut.

Ia menjelaskan, korban meninggal dunia disemayamkan di RSUP dr Kariadi, sementara satu korban berada di RS Tugu Semarang. Proses identifikasi korban melalui post mortem dan ante mortem telah disiapkan sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa sopir bus merupakan sopir cadangan. Sopir selamat dan saat ini diamankan di Polrestabes Semarang untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan penyidikan. Sopir juga menjalani tes urine untuk memastikan ada atau tidaknya pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” jelas Ribut.

Irjen Ribut menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menanggung biaya perawatan korban luka. Sementara untuk korban meninggal dunia, kepolisian telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja terkait pemberian santunan.

“Kami juga membuka posko bagi keluarga korban. Pemerintah Provinsi, Polda Jawa Tengah, dan rumah sakit akan membantu proses pengantaran jenazah ke daerah asal masing-masing,” katanya.

Diketahui, sebagian besar penumpang bus PO Cahaya Trans berasal dari Boyolali, Klaten, dan Yogyakarta, serta beberapa penumpang dari Bogor dan Jakarta. Bus tersebut merupakan angkutan reguler yang beroperasi selama masa libur Nataru.

Imbauan Keselamatan Selama Nataru

Kapolda Jawa Tengah turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya pada perjalanan malam hari.

Polda Jateng bersama Pemprov Jawa Tengah dan stakeholder terkait telah menyiapkan ratusan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos kesehatan di sepanjang jalur arteri, rest area, hingga kawasan wisata.

“Silakan manfaatkan pos-pos tersebut untuk istirahat, cek kesehatan, dan cek kendaraan. Jangan memaksakan diri saat lelah. Keselamatan adalah yang utama. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir,” pungkasnya.

Berdasarkan data Basarnas, total penumpang dalam bus sebanyak 34 orang.

Korban Selamat (18 orang):

  • Gilang (L), sopir
  • Jihan (P), patah tulang
  • Rujianti (54/P), Boyolali
  • Karnoto Bayat (30/L)
  • Aviz Ahmad (20/L), Bogor
  • Robet (39/L), Bogor (kernet)
  • Ardi
  • Endah (50/L), Prambanan
  • Ana
  • Naim (52), Bumiayu
  • Rafi (19/L), Ciputat
  • Parwono (57/L), Wonogiri
  • Ahmad Purnomo (40/L), Tawangsari, Kabupaten Semarang
  • Prismadika (32/L), Klaten
  • 15–18. Mr X dan Mrs X (selamat, dalam proses identifikasi)

Korban Meninggal Dunia (16 orang):

Seluruhnya masih berstatus Mr X dan Mrs X dan sedang dalam proses identifikasi oleh tim DVI.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Ini Pelat Nomor Bus Bogor-Jogja Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang, 16 Tewas: Sopir Pengganti

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang