Menengok Kondisi Panti Werdha Damai Manado yang Porak-poranda, Kursi Roda Hangus, Hanya Sisa Puing

Panti Werdha, Manado, Menengok Kondisi Panti Werdha Damai Manado yang Porak-poranda, Kursi Roda Hangus, Hanya Sisa Puing, Kronologi dan Kondisi Penghuni Saat Kejadian, Penanganan Korban, Fokus pada Pemulihan Trauma, Semangat Mapalus, Warga Bahu-membahu Beri Bantuan, Sejarah Panti dan Rencana Kedepan

Duka mendalam menyelimuti Kota Manado pasca-insiden kebakaran hebat yang melanda Panti Werdha Damai (dahulu dikenal sebagai Panti Gertruida) di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Sulawesi Utara, pada Minggu (28/12/2025) malam.

Peristiwa pilu yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita tersebut menelan korban jiwa sebanyak 16 orang penghuni lansia.

Sementara itu, belasan penghuni lainnya kini tengah berjuang pulih dari trauma di sejumlah rumah sakit.

Kronologi dan Kondisi Penghuni Saat Kejadian

Pemilik Panti Werdha Damai, Olva Sumual, memaparkan bahwa total penghuni panti berjumlah 35 orang. Namun, saat api melalap bangunan pada Minggu malam, terdapat 31 lansia yang berada di lokasi.

"Yang ada di dalam panti saat itu 31 orang, terdiri dari lima laki-laki dan 26 perempuan. Empat lainnya sedang pulang ke rumah untuk merayakan Natal bersama keluarga," ujar Olva saat memberikan keterangan, Senin (29/12/2025).

Saat kebakaran terjadi, minimnya petugas panti menjadi kendala proses evakuasi.

Hanya ada sepasang suami istri pekerja yang tinggal di lokasi, sementara pengurus lainnya masih dalam suasana perayaan Natal.

Beberapa lansia yang selamat berhasil meloloskan diri dengan cara melompat pagar ke bangunan di bagian belakang panti yang tidak terjangkau api.

Penanganan Korban, Fokus pada Pemulihan Trauma

Pasca-kebakaran, 16 korban selamat kini menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Manado, RSUP Kandouw, dan RS JH Awaloei. Secara fisik, kondisi para lansia dilaporkan stabil, namun guncangan psikologis atau trauma menjadi perhatian utama tim medis.

"Karena trauma, Pemkot Manado menginginkan mereka tetap di rumah sakit supaya lebih tenang. Tempat tidur dan makanan juga sudah disiapkan," jelas Olva.

Tantangan berikutnya muncul terkait pasca-perawatan.

Olva mengungkapkan bahwa dari data panti, terdapat sekitar delapan orang lansia yang benar-benar terlantar dan tidak memiliki keluarga untuk pulang. Ia pun memohon bantuan kepada Pemerintah Kota Manado untuk penyediaan tempat penampungan sementara.

Semangat Mapalus, Warga Bahu-membahu Beri Bantuan

Di tengah tragedi ini, semangat Mapalus atau budaya gotong royong khas masyarakat Minahasa terlihat nyata di RSUD Kota Manado.

Sejak Senin pagi, warga dari berbagai kelompok berbondong-bondong membawa bantuan berupa beras, telur, air mineral, hingga makanan siap saji.

Suasana haru pecah saat rombongan dari Gereja Kristus Manado menjenguk dua anggota jemaat mereka yang menjadi korban selamat. Isak tangis dan doa bersama mewarnai pertemuan tersebut.

Tak hanya warga, tokoh masyarakat seperti mantan Bupati Sitaro, Eva Sasingen, juga turut hadir memberikan dukungan.

Direktur RSUD Manado, Heski Lintang, mengonfirmasi bahwa bantuan logistik terus mengalir.

"Kami sediakan makanan tiga kali sehari, tapi jika ada tambahan (dari masyarakat), ya tidak apa-apa," tuturnya.

Sejarah Panti dan Rencana Kedepan

Panti Werdha Damai ternyata memiliki sejarah panjang selama 50 tahun. Dahulu, panti ini bernama Panti Gertruida, merujuk pada nama pendirinya. Nama tersebut kemudian diubah menjadi "Damai" agar lebih mudah diucapkan oleh masyarakat.

Kini, bangunan yang terdiri dari sekitar 20 kamar tersebut telah porak-poranda. Pantauan di lokasi menunjukkan sisa-sisa kursi roda yang menghitam, seng yang runtuh, serta garis polisi yang mengelilingi area tersebut untuk kepentingan tim Labfor.

Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, saat mengunjungi lokasi memastikan bahwa pemerintah akan menanggung penuh kebutuhan para korban.

"Kami mendukung penuh upaya pihak panti dalam menyiapkan rumah sementara. Kami juga akan sediakan bantuan untuk mengisi rumah itu. Selain itu, Pemkot Manado menyiapkan peti mati serta pemakaman untuk para korban meninggal dunia," tegas Richard.

Saat ini, 16 jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak 

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Pemilik Panti Werdha Damai Manado Sebut Sebagian Lansia Tak Punya Keluarga, Butuh Tempat Penampungan

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang