Bibit Siklon 93S Berpotensi Tinggi Jadi Siklon Tropis, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Bibit Siklon Tropis 93S berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.
Berdasarkan laporan BMKG pada Jumat (19/12/2025) pukul 07.00 WIB, potensi 93S berubah menjadi siklon tropis dalam kategori sedang hingga tinggi.
“Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori sedang hingga tinggi dalam 48-72 jam ke depan dalam kategori tinggi,” jelas BMKG.
Perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S
BMKG menyebutkan, Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di wilayah Samudra Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara Barat.
Hingga Jumat (19/12/2025) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi 93S berada di sekitar 12,5 derajat lintang selatan dan 108,8 derajat bujur timur sebelah selatan Jawa Barat berada di dalam Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.
Kecepatan angin maksimum yang terpantau di sekitar sistem mencapai 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan minimum sekitar 998 hPa.
Berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir, aktivitas konvektif masih cukup konsisten terutama cukup signifikan di barat daya hingga barat laut pusat sirkulasinya.
Pusat sirkulasinya berada di bagian pinggir timur dari dense overcast dan deep convection yang menunjukkan bahwa pola perawanan shear pattern diberlakukan di sistem ini.
Kemudian, analisis angin per lapisan menunjukkan adanya sirkulasi yang sudah tertutup dengan posisi vertikal yang sejajar pada lapisan permukaan hingga 700 hPa.
Pada lapisan 500 hPa, sirkulasi terlihat lebih lemah bergeser ke sebelah barat daya dari pusat sirkulasi lapisan di bawahnya.
“Kecepatan angin maksimum 35 knot baru terpantau di satu kuadran yaitu barat laut sehingga belum memenuhi syarat meningkatkan kategori menjadi intensitas siklon tropis (diperlukan lebih dari dua kudran gale force wind yang terpantau),” kata BMKG.
Perkembangan 93S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossbydan gelombang low frequency di sekitar sistem dan suhu permukaan laut hangat sekitar 28- 30 derajat Celsius.
Faktor lainnya adalah wind shear dalam kategori lemah (15 knot), vortisitas yang kuat dari lapisan bawah hingga menengah, kelembapan udara cukup basah pada lapisan permukaan, dan konvergensi dan divergensi dalam kategori lemah hingga sedang.
Adapun kondisi yang kurang mendukung pertumbuhan sistem yaitu adanya massa udara kering pada lapisan 850 hPa hingga lapisan 200 hPa di sekitar sistem.
Dampak Siklon Tropis 93S
Bibit Siklon Tropis 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga Sabtu (20/122025) pukul 19.00 WIB.
Berikut dampak 93S:
Hujan sedang-lebat di wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur
Angin kencang di wilayah pesisir selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25,2,5 meter) di Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda, Perairan selatan Jawa Timur hingga NTT, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT
Tinggi gelombang kategori tinggi (2,5-4,0 meter) di Perairan selatan Banten hingga Yogyakarta dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Yogyakarta.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang