BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas, Ini Wilayah dengan Hujan Ekstrem hingga 12 Februari 2026

BMKG, BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas, Ini Wilayah dengan Hujan Ekstrem hingga 12 Februari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengungkap, potensi hujan di Indonesia akan meluas akibat Monsun Asia di periode 10-16 Februari 2026.

Menurut catatan BMKG, selama periode 6–8 Februari 2026, kejadian hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Curah hujan harian tertinggi tercatat di wilayah Lampung (107.0 mm/hari), DK Jakarta (94.9 mm/hari), Jawa Barat (86.8 mm/hari), Maluku (85.6 mm/hari), Kalimantan Timur (74.7 mm/hari), Jambi (65.9 mm/hari), Kep. Bangka Belitung (59.7 mm/hari), Jawa Timur (58.0 mm/hari), dan NTT (57.7 mm/hari).

Peningkatan curah hujan tersebut berkaitan dengan menguatnya Monsun Asia, yang ditandai oleh dominasi aliran angin timur laut dari daratan Asia menuju kawasan maritim tropis Indonesia.

Selain itu, nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang terpantau bernilai negatif di sebagian wilayah Indonesia mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal dan meningkatnya aktivitas konveksi.

Kondisi ini turut mendukung terbentuknya awan hujan secara lebih intensif dan persisten di sejumlah wilayah Indonesia.

Dinamika atmosfer sepekan ke depan

Dilansir dari laman resminya, BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan, pengaruh dinamika atmosfer dari skala global hingga skala lokal masih dominan terhadap cuaca di Indonesia.

Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan fase La Niña lemah, dengan SOI tercatat +11.6 dan indeks Niño 3.4 sebesar −0.75. Indikator tersebut mengarah pada peningkatan aktivitas konvektif, terutama di kawasan timur Indonesia. 

Sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Lampung, dan Laut Coral.

Sistem ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi di wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Sumatra Utara, dan Samudra Hindia barat Lampung.

Daerah konvergensi lain juga diperkirakan terbentuk di pesisir selatan Jawa Barat hingga pesisir selatan Jawa Timur, pesisir selatan Kalimantan Selatan hingga Selat Makassar bagian selatan, Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara, dan Papua Selatan hingga Papua Nugini.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis/sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.

Monsun Asia juga diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat terhadap kondisi cuaca di Indonesia, paling tidak hingga dasarian kedua Februari.

Dalam beberapa hari ke depan, terpantau adanya pergerakan seruakan dingin (cold surge) seiring dengan penguatan Monsun Asia.

Terakhir, gelombang atmosfer diprediksi aktif di sebagian wilayah Indonesia, yaitu Gelombang Kelvin yang terdeteksi aktif di sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa, Kalimantan bagian selatan dan utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan. Sedangkan Gelombang Rossby Ekuator dalam sepekan ke depan juga terpantau aktif di wilayah sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, sebagian besar Papua.

Prakiraan cuaca hingga 12 Februari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.

Tapi perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat–sangat lebat):

  • Kep. Bangka Belitung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Timur
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku Utara
  • Papua Pegunungan
  • Papua.

Angin Kencang:

  • Lampung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • NTT
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku
  • Papua Selatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang