Bibit Siklon 93S di Selatan Banten Diprediksi Menguat, BMKG: Bisa Jadi Siklon Kategori 1
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan perkembangan terbaru Bibit Siklon Tropis 93S yang terdeteksi di Samudra Hindia, barat daya Banten.
Sistem cuaca tersebut diprakirakan memengaruhi kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (23/12/2025).
Penguatan intensitas bibit siklon berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Bibit Siklon 93S Menguat di Selatan Banten
Dilansir dari tayangan Youtube InfoBMKG, Prakirawan BMKG, Ranika Asti, menyampaikan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S menunjukkan tren penguatan intensitas.
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprakirakan memiliki kecepatan angin maksimum hingga 55 knot atau sekitar 102 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum mencapai 985 hPa.
"Bibit siklon tropis ini berpotensi dalam 48 jam ke depan akan menjadi siklon tropis dalam kategori tinggi pada kategori 1," ujar Ranika dalam siaran Senin (22/12/2025).
Pengaruh Terhadap Pola Angin dan Konvergensi
Keberadaan Bibit Siklon 93S berdampak langsung pada pola angin di wilayah sekitarnya.
Ranika menjelaskan, sistem ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin lapisan rendah atau low level jet hingga lebih dari 25 knot, terutama di perairan selatan Banten, Selat Sunda, dan perairan barat Lampung.
Selain itu, bibit siklon juga memicu terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin atau konvergensi yang memanjang dari pesisir barat Lampung hingga wilayah selatan Jawa Barat.
Kondisi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah.
Enam Provinsi Masuk Status Siaga Hujan Lebat
BMKG menetapkan enam provinsi dalam status siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Wilayah tersebut meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Masyarakat di wilayah tersebut diminta mewaspadai kemungkinan banjir, tanah longsor, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.
Prakiraan Cuaca Sejumlah Kota Besar
Dampak dinamika atmosfer akibat Bibit Siklon 93S juga dirasakan di berbagai kota besar.
Untuk wilayah barat Indonesia, potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Bandar Lampung, Palangkaraya, dan Tanjung Selor.
Hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Bengkulu dan Semarang.
Sementara itu, hujan ringan diprediksi terjadi di Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Banjarmasin.
Cuaca berawan tebal diperkirakan mendominasi Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Pangkalpinang, dan Yogyakarta.
Di wilayah timur Indonesia, hujan petir berpotensi terjadi di Kupang dan Manado, sementara hujan sedang diprakirakan mengguyur Mamuju dan Merauke.
Adapun Denpasar, Makassar, Ambon, hingga Jayapura diprediksi mengalami hujan ringan.
Potensi Tinggi Gelombang dan Cuaca Ekstrem Wilayah Perairan
Adapun rilis di laman BMKG menyebeutkan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia.
Berikut peringatan potensi tinggi gelombang dalam 24 Jam hingga 23 Desember 2025 pukul 19.00 WIB:
Tinggi Gelombang kategori sedang (1.25 - 2.5 m) di Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia barat Lampung, dan Samudra Hindia selatan Pulau Jawa.
Tinggi Gelombang kategori tinggi (2.5 - 4.0 m) di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, dan amudra Hindia selatan Bali hingga NTB.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang