Tim Biddokkes Polda Banten Periksa Kesehatan Pengungsi Banjir di Posko SD Sukamaju Serang

Polda Banten, banjir, Tim Biddokkes Polda Banten Periksa Kesehatan Pengungsi Banjir di Posko SD Sukamaju Serang, Polda Banten Beri Pelayanan Kesehatan Pascabanjir, Kondisi Kesehatan Warga di Pengungsian, Akses Layanan Dipermudah bagi Kelompok Rentan, Komitmen Pemantauan Kesehatan Warga

Tim medis Biddokkes Polda Banten melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga terdampak banjir di Posko Pengungsian SD Sukamaju, Kabupaten Serang, Banten.

Pelayanan ini dilakukan sebagai bagian dari respons darurat pascabencana untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan di lingkungan pengungsian.

Pemeriksaan difokuskan pada pencegahan memburuknya kondisi kesehatan warga di tengah keterbatasan fasilitas.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pengungsi tetap memperoleh penanganan medis yang cepat dan tepat.

Polda Banten Beri Pelayanan Kesehatan Pascabanjir

Dilansir dari Antara, Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol I Gusti Gede Dharma Arimbawa menyatakan bahwa pelayanan kesehatan diberikan untuk menjaga kondisi warga terdampak banjir tetap terpantau.

Pelayanan dilakukan langsung di lokasi pengungsian agar masyarakat tidak mengalami kendala akses di tengah situasi darurat.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah situasi bencana. Pelayanan kesehatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab Polri agar masyarakat yang terdampak banjir tetap mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Kondisi Kesehatan Warga di Pengungsian

Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan sejumlah penyakit yang umum muncul di lingkungan pengungsian.

Keluhan yang paling banyak ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam, sakit kepala, gatal-gatal, serta gangguan lambung.

Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan lingkungan pascabanjir, kelelahan fisik, paparan air kotor, serta cuaca yang lembap.

Akses Layanan Dipermudah bagi Kelompok Rentan

Berdasarkan data pemeriksaan, tim medis melakukan pengecekan tekanan darah terhadap 27 warga pengungsi dan 23 personel Polri yang bertugas di lokasi.

Selain pemeriksaan fisik, pengungsi juga mendapatkan layanan konsultasi kesehatan sesuai keluhan yang dirasakan.

Tim medis turut membagikan obat-obatan dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Langkah ini dilakukan guna mencegah meningkatnya kasus penyakit menular serta risiko penurunan imunitas di pengungsian.

Pelayanan kesehatan melibatkan Penata Anggita Angelina P, Aipda Deden Yuliana SH, Bripda Galuh, serta didukung personel Sidokkes Polresta Serang Kota.

Pemeriksaan dilakukan langsung di ruang pengungsian agar tidak menyulitkan warga lanjut usia, ibu hamil, balita, dan pengungsi dengan kondisi rentan lainnya.

Komitmen Pemantauan Kesehatan Warga

Kabiddokkes menegaskan bahwa Biddokkes Polda Banten akan terus memantau perkembangan kesehatan warga terdampak banjir.

Pihaknya juga siap memberikan tindakan lanjutan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan kesehatan warga terpenuhi selama berada di pengungsian.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di tengah situasi darurat.

Dengan adanya pelayanan kesehatan secara berkala, keluhan penyakit pascabanjir diharapkan dapat ditekan.

Warga pun diharapkan dapat pulih lebih cepat, tetap aman, dan terhindar dari potensi komplikasi kesehatan selama masa pengungsian.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang