BMKG Prediksi Wilayah Indonesia Dilanda Hujan Lebat-Angin Kencang 22-25 Desember 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang.
Peringatan cuaca ekstrem tersebut berlaku mulai Senin (22/12/2025) hingga Kamis (25/12/2025).
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Dengan mengetahui wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dan aktivitas dengan lebih aman serta meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.
Penyebab Cuaca Ekstrem 22–25 Desember 2025
Berdasarkan laporan BMKG, Kamis (18/12/2025), ada sejumlah faktor atmosfer yang memicu potensi hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia.
Fenomena atmosfer skala global, regional, hingga lokal diperkirakan berperan signifikan memengaruhi kondisi cuaca nasional dalam sepekan ke depan.
Suhu muka laut yang relatif hangat jjuga bisa meningkatkan penguapan di Pesisir Barat Aceh, perairan timur Kalimantan Timur, perairan utara Pulau Jawa, serta Samudra Pasifik utara Papua.
Selain itu, kondisi La Nina lemah turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
BMKG juga mencatat adanya perbedaan tekanan udara lebih dari 10 hPa antara Gushi dan Hongkong pada 17 Desember 2025.
Kondisi ini mengindikasikan perambatan seruakan udara dingin dari Asia menuju Indonesia, yang dapat meningkatkan intensitas hujan di sebagian besar wilayah.
Kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya diperkirakan aktif di Samudra Hindia barat daya Sumatera hingga selatan NTT, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Natuna, Kepulauan Riau, sebagian besar Kalimantan, hingga kawasan timur Indonesia.
Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan.
BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 93S dengan tekanan pusat 1005 hPa dan kecepatan angin maksimum 25 knot. Sistem ini diperkirakan berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dan bergerak ke arah barat daya.
Hingga Minggu (21/12/2025) pukul 07.00 WIB, BMKG menyebut potensi Bibit Siklon Tropis 93S berkembang menjadi siklon tropis berada dalam kategori tinggi.
“Diprediksi sistem akan berkembang menjadi siklon tropis kategori dua pada Senin, 22 Desember 2025 malam hari,” jelas BMKG.
“Dalam 72 jam ke depan, intensitas siklon tropis diperkirakan bertahan pada kategori dua dengan kecepatan angin mencapai 60 knot atau sekitar 110 km/jam,” tambah BMKG.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 22–25 Desember 2025
BMKG menyampaikan bahwa cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan selama periode Senin (22/12/2025) hingga Kamis (25/12/2025).
Meski demikian, masyarakat perlu mewaspadai hujan dengan intensitas sedang yang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Wilayah lainnya meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Bali, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terkini, terutama bagi yang hendak bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan dampak lanjutan seperti banjir maupun longsor perlu ditingkatkan demi keselamatan bersama.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang