Meski Titik Panas Muncul, Hujan Diprediksi Masih Turun di Wilayah Ini

BMKG, titik panas, peralihan musim, Meski Titik Panas Muncul, Hujan Diprediksi Masih Turun di Wilayah Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada awal April 2026.

Curah hujan tertinggi dengan intensitas sangat lebat terpantau di Maluku (134,3 mm/hari).

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat juga terpantau di Sumatera Barat (86,6 mm/hari), Kalimantan Barat (58,3 mm/hari), Sumatera Utara (77,6 mm/hari), Sulawesi Selatan (76,0 mm/hari), Aceh (75,6 mm/hari), Gorontalo (60,5 mm/hari) dan Nusa Tenggara Barat ( 57,5 mm/hari).

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer berupa gelombang Equatorial Rossby, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang masih berpengaruh di sejumlah wilayah, MJO spasial yang aktif di sebagian besar wilayah Sumatera, serta diperkuat oleh mulai beralihnya dominasi monsun Asia menjadi monsun Australia.

Perlambatan angin dan pemanasan siang hari yang cukup intens juga turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Di sisi lain, berdasarkan pengamatan citra satelit BMKG pada periode yang sama juga terpantau adanya titik panas (hotspot) di wilayah Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.

Keberadaan titik panas tersebut terjadi karena sebaran hujan yang tidak merata di beberapa provinsi tersebut, sehingga pada wilayah yang minim sebaran awan hujan dan curah hujan, dapat memicu terjadinya titik panas.

Sebaran hujan yang tidak merata tersebut merupakan kondisi yang dapat terjadi pada masa peralihan musim.

Dinamika atmosfer sepekan ke depan

BMKG memprediksi, pada skala global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral terlihat dari indeks NINO 3.4 sebesar -0,42, yang tidak memberikan peningkatan yang signifikan terhadap aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.

Sementara itu, nilai Dipole Mode Index (DMI) sebesar -0,25 dan berada pada fase netral yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat, sehingga pengaruhnya terhadap distribusi curah hujan di Indonesia juga masih terbatas.

Pada skala regional, Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diprakirakan masih akan terus menguat dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini mendorong peningkatan massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya bersifat lebih kering.

Konsisten dengan hal tersebut, analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mengindikasikan bahwa sejumlah wilayah mulai mengalami masa peralihan menuju kemarau.

Meski demikian, dinamika atmosfer lain masih turut memengaruhi potensi hujan di sebagian wilayah di Indonesia.

Pada skala lokal, labilitas atmosfer juga terpantau cukup kuat di sejumlah wilayah, yang turut mendukung proses konvektif.

Wilayah-wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

Wilayah yang berpotensi hujan

Pada periode 6 – 9 April 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
  • Angin kencang: Nihil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang