Masuk Puncak Musim Hujan, Berikut Daftar Wilayah yang Berpotensi Dilanda Cuaca Esktrem 7-13 November 2025

cuaca ekstrem, hujan lebat, angin kencang, petir, musim hujan sampai kapan, musim hujan 2025, puncak musim hujan 2025, musim hujan di indonesia terjadi pada bulan, musim hujan bulan apa 2025, Masuk Puncak Musim Hujan, Berikut Daftar Wilayah yang Berpotensi Dilanda Cuaca Esktrem 7-13 November 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa puncak musim hujan di Indonesia berlangsung pada November 2025 hingga Februari 2026.

Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG merilis prospek cuaca mingguan yang berlaku mulai Jumat (7/11/2025) hingga Kamis (13/11/2025).

Dalam prospek tersebut, BMKG memprediksi bahwa berbagai wilayah di Indonesia akan dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau berencana melakukan perjalanan jauh, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Penyebab Hujan Lebat dan Angin Kencang 7-13 November 2025

Dikutip dari laman resmi BMKG, Kamis (6/11/2025), pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan masih signifikan.

Hal tersebut disebabkan oleh kombinasi faktor atmosfer berskala global, regional, hingga lokal yang menjaga atmosfer tetap labil dan berkontribusi pada pembentukan awan konvektif.

“Akibatnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat berpeluang terjadi di sejumlah daerah,” jelas BMKG.

Selain itu, Dipole Mode Index (DMI) tercatat bernilai negatif sebesar −1.94. Ini artinya, terjadi pemanasan di perairan Samudera Hindia bagian timur yang berdekatan dengan wilayah Indonesia.

Pemanasan dapat meningkatkan aliran uap air dari Samudera Hindia ke Indonesia bagian barat sehingga mendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.

BMKG juga memprediksi La Nina dalam kondisi lemah yang mengindikasikan bahwa pasokan uap air dari Samudra Pasifik menuju Indonesia mengalami peningkatan.

Sementara itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini berada pada fase 5 (Maritime Continent) yang secara spasial diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Sumatera dan Jawa.

MJO diprediksi aktif selama beberapa hari ke depan yang dapat meningkatkan potensi hujan pada wilayah tersebut.

BMKG juga mengamati gelombang Rossby Ekuator yang bergerak ke arah barat diperkirakan aktif.

Gelombang tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa Barat.

Kemudian, gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diperkirakan aktif di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Gelombang Kelvin juga diprediksi muncul di Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.

Kemunculan gelombang Kelvin berpeluang menyebabkan pertumbuhan awan hujan di sekitarnya.

BMKG juga mengamati Siklon Tropis Fung-Wong di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina yang bergerak ke arah barat-barat daya. Siklon

Siklon tropis ini terpantau membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina hingga sebelah utara Papua.

Sirkulasi Siklonik juga terpantau berada di wilayah perairan barat daya Banten, barat Bengkulu, dan Maluku bagian selatan.

Fenomena tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan Barat Sumatera Barat hingga Lampung, di Selat Sunda, di perairan selatan Banten, di Laut Arafuru, di Laut Aru, dan Pulau Maluku.

Daftar Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang 7-13 November 2025

Berdasarkan analisis BMKG, berikut wilayah Indonesia yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang pada Jumat (7/11/2025) hingga Kamis (13/11/2025):

Periode Jumat (7/11/2025) hingga Minggu (9/11/2025)

  • Kondisi: cuaca secara umum didominasi berawan hingga hujan ringan
  • Peningkatan hujan dengan intensitas sedang:
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Barat
    • Riau
    • Kep. Riau
    • Jambi
    • Sumatera Selatan
    • Kep. Bangka Belitung
    • Lampung
    • Daerah Khusus Jakarta
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Selatan
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tenggara
    • Maluku Utara
    • Maluku
    • Papua Barat Daya
    • Papua Barat
    • Papua Tengah
    • Papua.
  • Hujan lebat-sangat lebat (kategori siaga):
    • Aceh
    • Bengkulu
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Jawa Timur
    • Bali
    • Sulawesi Barat
    • Papua Pegunungan
    • Papua Selatan.
  • Angin kencang:
    • Aceh
    • Sumatera Barat
    • Lampung
    • Jawa Barat
    • Sulawesi Utara
    • Maluku Utara
    • Papua.

Periode Senin (10/11/2025) hingga Kamis (13/11/2025)

  • Kondisi: cuaca secara umum didominasi berawan hingga hujan ringan
  • Peningkatan hujan dengan intensitas sedang:
    • Aceh
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Barat
    • Riau
    • Kep. Riau
    • Jambi
    • Sumatera Selatan
    • Bengkulu
    • Lampung
    • Banten
    • Daerah Khusus Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Bali
    • Nusa Tenggara Barat
    • Nusa Tenggara Timur
    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Selatan
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tenggara
    • Maluku Utara
    • Maluku
    • Papua Barat Daya
    • Papua Barat.
  • Hujan lebat-sangat lebat (siaga):
    • Kep. Bangka Belitung
    • Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Papua Tengah
    • Papua Pegunungan
    • Papua
    • Papua Selatan.
  • Angin kencang:
    • Kalimantan Timur.

Imbauan BMKG

Terkait potensi hujan lebat dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan

BMKG meminta masyarakat agar mewaspadai cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, menjauhi wilayah terbuka saat hujan disertai petir, menjauhi pohon, bangunan, dan infrastruktur yang sudah rapuh.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan tabir surya dan mencukup kebutuhan cairan tubuh karena cuaca terik bisa terjadi sewaktu-waktu.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah mewaspadai dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja.

Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca terkini melalui http://www.bmkg.go.id/, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.