Anggota DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional di Sumatera, Ini Tujuannya
Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons bencana besar yang melanda Pulau Sumatera.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kemendiktisaintek dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin, 8 Desember 2025.
Purnamasidi menilai upaya Kemendiktisaintek dan BRIN sudah sesuai dengan harapan Komisi X, masyarakat, dan pihak terdampak, terutama pada fase darurat.
Kondisi dan dampak terkini pasca bencana banjir dan tanah longsor di Kota Padang
“Yang dilakukan oleh kementerian merupakan hal yang diharapkan oleh Komisi X, segenap masyarakat, dan pihak yang terdampak bencana, terutama di masa darurat, karena itu merupakan kebutuhan mendesak,” kata dia dalam keterangannya, Selasa, 9 Desember 2025.
Ia juga mendorong pemerintah menetapkan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional, mengingat besarnya jumlah korban, kerusakan infrastruktur, dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.
“Segala daya dan upaya dapat difokuskan untuk penanganan dan pemulihan jika statusnya ditingkatkan menjadi bencana nasional,” tegas Purnamasidi.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan rencana pemulihan komprehensif, mulai dari jangka pendek (darurat), jangka menengah (rehabilitasi), hingga jangka panjang (rekonstruksi).
Ia menekankan dampak bencana telah menghancurkan sarana dan prasarana pendidikan, memutus akses komunikasi dan distribusi, serta melemahkan kemampuan ekonomi keluarga penyintas untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.
“Beberapa hal ini harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan program maupun kebijakan anggaran pendidikan,” imbuhnya.
Purnamasidi juga mengingatkan bahwa fase rekonstruksi jangka panjang sering terabaikan ketika perhatian publik mulai mereda. Padahal, menurutnya, masa pemulihan jangka panjang merupakan tahap paling penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak.
Seekor gajah sedang mengangkut puing kayu pasca banjir bandang di Aceh
Selain itu, ia mendorong pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan darurat, seperti air bersih dan makanan siap konsumsi yang sesuai untuk masa krisis. Purnamasidi menilai BRIN memiliki kapasitas teknologi untuk mendukung hal ini.
“BRIN tentu dapat memaksimalkan inovasinya, seperti alat Arsium (Air Siap Minum) dan makanan kaya protein serta vitamin,” tuturnya.