Prabowo Cek Sampah Kayu Gelondongan di Aceh Tamiang, Warga Serukan Status Bencana Nasional

Aceh Tamiang, banjir bandang, kayu gelondongan, Bencana Nasional, Prabowo Cek Sampah Kayu Gelondongan di Aceh Tamiang, Warga Serukan Status Bencana Nasional

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12/2025), untuk meninjau langsung dampak banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah dengan kerusakan terparah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di provinsi Sumatera pada hampir tiga pekan lalu.

Prabowo tiba di Kabupaten Aceh Tamiang menggunakan helikopter dari Medan, Sumatera Utara, pada Jumat pagi waktu setempat.

Setibanya di Aceh Tamiang sekitar pukul 09.30 WIB, ia meninjau kondisi Kota Kualasimpang dan kawasan sekitarnya yang terdampak banjir bandang.

Setelah beberapa jam melakukan peninjauan udara dan darat, Prabowo melanjutkan agenda menggunakan Mobil Maung RI-1 untuk menuju sejumlah titik pengungsian dan lokasi terdampak.

Tinjau tumpukan kayu gelondongan di aliran sungai

Dalam kunjungan lapangan, Prabowo meninjau langsung tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang dan kini menumpuk di sekitar aliran sungai.

Didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Presiden ke-8 RI ini berjalan menyusuri kawasan terdampak hingga menuju sebuah jembatan yang menjadi titik penumpukan kayu.

Di lokasi tersebut, Prabowo berhenti sesaat untuk memperhatikan dengan serius hamparan gelondongan kayu berukuran besar yang menutup sebagian alur sungai.

Material kayu yang hanyut dari hulu sungai itu diduga kuat ikut memperparah dampak banjir bandang di Aceh Tamiang.

Kayu gelondongan berpotensi menghambat aliran air, meningkatkan tekanan ke bantaran sungai, serta menimbulkan risiko kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan dan permukiman warga di sekitarnya.

Banjir bandang di Aceh Tamiang pada akhir November 2025 dilaporkan membawa material kayu dalam jumlah besar dari kawasan hulu sungai, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan apabila hujan deras kembali terjadi.

Warga sambut presiden dengan teriakkan status Bencana Nasional

Saat Prabowo melewati jalan lintas nasional menuju salah satu titik pengungsian, ribuan warga tumpah ruah menyambut kedatangannya.

Di tengah kerumunan, warga berulang kali meneriakkan permintaan agar banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

“Pak minta tolong boleh pak, tetapkan bencana banjir ini bencana nasional. Izin pak, kami mohon sepuluh jari pak. Mohon Pak Presiden, tetapkan sebagai bencana nasional pak,” teriak Edi Syahputra, warga Aceh Tamiang.

Selain teriakan, sejumlah warga juga membentangkan poster berbahan karton yang berisi tuntutan penetapan bencana nasional.

Namun, seruan warga terdampak bencana Sumatera tersebut tidak mendapatkan respons langsung dari Prabowo.

Prabowo tampak hanya menatap dari atas Mobil Maung RI-1 yang melaju perlahan membelah kerumunan masyarakat.

Aktivis: Aceh Tamiang sudah porak-poranda

Di tempat terpisah, Edi Syahputra yang merupakan Ketua MPP Pemuda Pancasila Aceh Tamiang menyampaikan bahwa banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 di wilayah tersebut sangat dahsyat dan berada di luar kendali pemerintah daerah.

Ia menilai sudah sepantasnya status bencana di Aceh Tamiang dinaikkan menjadi Bencana Nasional oleh Pemerintah Pusat.

“Kami mendesak status banjir Sumatera dan Aceh menjadi Bencana Nasional,” kata Edi, seperti dikutip dari Tribunnews.

Menurut Edi, kondisi Aceh Tamiang sudah porak-poranda.

Dengan status Bencana Nasional, ia mengatakan akan membuka ruang yang lebih luas bagi berbagai pihak untuk membantu proses pemulihan Aceh Tamiang dan 3 wilayah provinsi Sumatera secara umum.

Edi menegaskan, masyarakat membutuhkan penanganan yang lebih maksimal karena dampak bencana masih dirasakan hingga kini.

“Kita ingin penanganan yang maksimal dari Pemerintah, kita melihat masih banyak daerah masih terisolir, ekonomi masyarakat lumpuh, bangunan banyak porak-poranda,” ucapnya.

“Masyarakat membutuhkan waktu cukup lama, tidak mungkin (bencana Sumatera) ditangani secara daerah,” lanjut Edi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Presiden Prabowo Cek Langsung Kayu Terbawa Banjir di Aceh Tamiang” dan “Saat Prabowo di Aceh Tamiang, Teriakan Warga Minta Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang