Renungan Musibah Bencana Alam, Ustaz Adi Hidayat Serukan Taubat Nasional hingga Evaluasi Lingkungan

Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat

 Ustaz Adi Hidayat angkat bicara terkait musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di tiga wilayah di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dalam video yang diunggah Ustaz Adi Hidayat di saluran YouTube resminya pada 30 November lalu, beliau mengajak seluruh elemen bangsa mulai dari jamaah pengajian, masyarakat umum, hingga pejabat publik untuk mengalihkan energi dan perhatian kepada para korban di tiga provinsi tersebut.

”Saya Adi Hidayat ingin mengajak kepada diri saya dan kita semua terkhusus kolega, kerabat jamaah pengajian dan semua anak bangsa ini untuk secara kolektif mengarahkan energi kita, perhatian kita kepada saudara-saudara kita yang berada di khususnya di Sumatera Utara, di Aceh, Sumatera Barat,” kata Ustaz Adi dikutip dari saluran resmi YouTubenya, Sabtu 6 Desember 2025.

Tak hanya itu saja, dalam video berdurasi 06.44 itu, musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di tiga wilayah tersebut bisa dijadikan momen untuk introspeksi diri atau dalam bahasa agama kata beliau disebut tobat nasional.

”Kemudian saya juga mengajak diri saya pribadi dan kita semua mari kita melakukan evaluasi diri secara kolektif, muhasabah diri, introspeksi, dalam bahasa agama tobat. Tobat secara nasional untuk kita semua tanpa kecuali,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa banyak bencana alam terjadi akibat kerusakan lingkungan, yang tidak terlepas dari ulah tangan manusia.

”Ada banyak hal dari beragam macam potongan video yang tampil menjelaskan situasi tentu dengan beragam perspektif. Tapi bisa kita ambil kesimpulan akan Firman Allah dalam Al Quran Tentu apabila ada musibah akibat dampak kerusakan baik lingkungan, alam atau sekitaran kita tidak jauh dari ulah tangan-tangan manusia,” ujarnya.

Dalam video tersebut, Ustaz Adi Hidayat turut menyoroti sejumlah pihak baik perorangan maupun institusi yang dinilai memiliki andil dalam kerusakan lingkungan. Ia menegaskan bahwa praktik-praktik tersebut berpotensi memperparah kondisi alam hingga memicu bencana besar seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi di tiga wilayah di Sumatera.

”Saya mohon juga kepada orang-orang maupun instansi ataupun institusi yang barangkali melihat fenomena yang muncul saat ini akibat ulah-ulah yang mungkin pernah terjadi belakangan ini mohon, mohon dan mohon direnungkan sekali lagi. Perhatikan dampaknya, berapa orang harus mendapatkan akibat dari itu semua. Korban kehilangan beragam hal, negara menanggung kembali dan banyak energi harus ditumpahkan untuk mengatasi hal demikian,” ujarnya.

Meski bencana alam yang melanda Sumatera pada akhir November lalu merupakan bagian dari takdir Sang Pencipta, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa takdir tidak seharusnya diterima secara pasif. Ia menilai, peristiwa tersebut perlu disikapi dengan perenungan dan perubahan perilaku untuk menjaga lingkungan, sehingga bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

”Namun tentu saja kembali kepada takdir Allah SWT dengan skala pemahaman yang lebih luas tapi takdir itu bukan untuk diterima begitu saja, takdir untuk diterima oleh kita dengan perenungan, perubahan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Di akhir video tersebut, Ustaz Adi juga memberikan pesan penguatan terhadap korban terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

”Keluargaku yang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat Anda tidak sendirian walaupun saat ini saya tidak berada di sana tapi doa, perhatian kami ajakaan kami menyertai Anda semua. Saya menyayangi Anda semua karena Allah, kita bagi peran, kita bagi waktu. Pada waktunya InsyaAllah kami membersamai untuk bersama-sama membangun daerah, membangun wilayah, membangun negara dan bangsa tercinta kita. Semoga Allah menyangi kita, maafkan saya tidak bermaksud apapun kecuali kebaikan yang dengan harapan itu semua diridhai Allah SWT,” ungkap beliau.