Tangis Mualem Pecah Saat Disinggung Banjir di Sumatera Belum Ditetapkan Bencana Nasional
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem tak kuasa menahan tangisnya saat melakukan sesi wawancara dengan Najwa Shihab. Momen ini bermula saat Najwa Shihab bertanya terkait dengan belum ditetapkannya status bencana nasional pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir November lalu.
”Soal status bencana yang bukan status bencana nasional apakah itu menyulitkan Mualem sebagai gubernur Aceh menangani bencana ini?,” tanya Najwa Shihab dikutip dari saluran YouTube Narasi, Selasa 9 Desember 2025.
Mualem mengaku tak punya kuasa terkait dengan hal itu. Sebagai seorang Gubernur saat ini dirinya hanya bisa berdoa dan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani masalah banjir ini.
”Saya pada prinsipnya hanya berusaha, hanya berdoa,” kata dia.
Di momen itu, Mualem langsung menundukkan wajahnya. Air matanya pun jatuh ketika kembali diingatkan dengan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan parah di 18 kabupaten di Aceh.
Sambil mengis dirinya juga berharap banyak bantuan yang datang untuk korban banjir di Aceh.
”Semoga bantuan-bantuan dapat berada di Aceh, dapat orang tolong ke Aceh seperti itu,” kata dia.
Mualem juga sempat meminta maaf kepada Najwa Shihab lantaran emosinya tak terbendung saat sesi wawancara tersebut.
”Maaf,” kata Mualem sambil menyeka air matanya.
”Tidak perlu (minta maaf) kita tau Mualem setiap malam selalu keliling, ketemu rakyat bawa bantuan langsung kasih langsung ke masyarakat kita semua tau. Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya Mualem harus melihat rakyat,” kata Najwa Shihab.
Najwa Shihab juga sempat menyinggung soal ujian berat yang harus dihadapinya sebagai pemimpin Aceh saat ini.
”Ini salah satu yang Mualem merasa paling berat saat-saat ini jadi pemimpin di saat bencana besar?,” tanya Najwa Shihab.
Mendapati pertanyaan itu, Mualem mengaku hanya bisa berserah diri dengan ujian yang diterimanya saat ini sebagai Gubernur Aceh. Di sisi lain, Mualem juga dirinya masih merasakan adanya beban berat di pundaknya terkait dengan kondisi di Aceh Tamiang. Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
”Kita hanya berserah diri kepada Allah apa yang ada kita terima dan kita usaha, cuma itu saja. Tapi yang berat menjadi bencana di Tamiang saya lihat. Jadi sampai sekarang saya rasa masih ada mobil-mobil yang dibawa arus dan di dalamnya masih ada mayat,” kata dia.
Mualem menjelaskan bahwa dari 18 kabupaten yang ada di Aceh, empat wilayah yakni Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Takengong menjadi wilayah paling terdampak parah dari banjir ini.
”Ya memang paling parah itu Tamiang kedua Aceh Utara, ketiga Aceh Timur, keempat Aceh Takengon dan sebagian Bireun. Itu yang paling dampak terjadi ya musibahlah,” kata dia.