Anggota DPR Perkuat Kerja Sama di Bidang Perikanan dan Hilirisasi dengan Vietnam
Usai mengikuti ASEAN Future Forum (AFF) 2026 di Hanoi, Vietnam, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono bersama delegasi parlemen Indonesia melaksanakan serangkaian pertemuan lanjutan di Ho Chi Minh City dengan berbagai pemangku kepentingan strategis.
"Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia-Vietnam yang semakin erat, sekaligus menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kedua negara," kata Dave dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026.
Salah satu agenda utama Dave Laksono bersama delegasi parlemen Indonesia adalah pertemuan dengan sejumlah perusahaan perikanan di Ho Chi Minh City.
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama untuk meningkatkan kapasitas produksi perikanan Indonesia, memperluas pasar ekspor, mendorong transfer teknologi, serta membuka peluang investasi guna memperkuat industri perikanan nasional.
Dave menilai Indonesia dan Vietnam memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama di sektor maritim dan perikanan. Menurutnya, pengalaman Vietnam dalam mengembangkan industri perikanan yang berdaya saing dapat menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perikanan nasional.
"Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang sangat besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut dapat diubah menjadi nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui penguatan industri pengolahan, modernisasi rantai pasok, dan perluasan akses pasar internasional," ujar Dave.
Ia menambahkan bahwa kerja sama yang dijajaki tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat hilirisasi sektor perikanan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia. Pengembangan industri pengolahan, produk perikanan bernilai tinggi, dan peningkatan kualitas dinilai penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
"Kita ingin nelayan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri yang menghasilkan produk bernilai tinggi. Karena itu, hilirisasi sektor perikanan harus terus diperkuat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat, khususnya komunitas pesisir dan nelayan," tegasnya.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang perluasan akses produk perikanan Indonesia ke pasar-pasar baru melalui penguatan jejaring bisnis dan kolaborasi antarpelaku industri kedua negara.
Menurut Dave, meningkatnya permintaan global terhadap produk pangan laut memberikan kesempatan yang besar bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan ekspor dan memperkuat posisinya di pasar internasional.
"Diplomasi parlemen harus mampu menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, berbagai pertemuan yang dilakukan bersama delegasi parlemen Indonesia di Ho Chi Minh City tidak hanya ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia-Vietnam, tetapi juga untuk membuka peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama industri yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," tuturnya.
Rangkaian pertemuan yang dilaksanakan Dave Laksono bersama Delegasi Parlemen Indonesia tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Vietnam.
"Dengan hubungan bilateral yang semakin erat dan didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, parlemen, serta dunia usaha kedua negara, sayq optimistis bahwa berbagai peluang kerja sama yang telah dijajaki dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," pungkasnya.