334 Orang Tewas Banjir di Sri Lanka, Presidennya Langsung Tetapkan Status Bencana Nasional
Bencana banjir bandang di Sri Lanka semakin parah, tercatat sedikitnya 334 orang tewas dan 370 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Ahad kemarin.
Oleh karenanya, Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake langsung bergerak cepat menetapkan status darurat bencana nasional
“Pemerintah mengajak masyarakat Sri Lanka di luar negeri dan warga asing ikut membantu pemulihan bagi korban bencana,” kata Presiden Dissanayake, saat pengumuman status, dikutip dari laporan Newswire, Senin (1/12).
Sejak Siklon Ditwah menghantam Sri Lanka pada Rabu lalu, sekitar 1,12 juta penduduk dari lebih dari 300 ribu keluarga terdampak langsung. News 1st melaporkan ada 1.275 pusat bantuan yang kini menampung lebih dari 180 ribu pengungsi.
Presiden Dissanayake juga memerintahkan pengerahan lebih dari 20 ribu personel militer untuk memperkuat operasi penyelamatan. Militer Sri Lanka melakukan evakuasi lewat jalur udara dan darat.
Tim bantuan menyalurkan kebutuhan dasar seperti makanan, air minum, dan obat-obatan. “Situasi di lapangan masih cukup berat,” tulis Newswire dalam laporannya, dilansir Antara.
Sejumlah distrik kini berada dalam status peringatan longsor tingkat merah. Media Ada Derana melaporkan seluruh universitas, perguruan tinggi, dan pusat pelatihan vokasi di bawah Kementerian Pendidikan menghentikan kegiatan akademik hingga 8 Desember. (*)