Penjelasan Polisi soal Kabar Pelaku Penipuan WO Dilepas Usai Diperiksa

Polda Metro Jaya, kasus penipuan, polda metro jakarta utara, kasus penipuan pernikahan, kasus penipuan wo, kasus penipuan wedding organizer, Penjelasan Polisi soal Kabar Pelaku Penipuan WO Dilepas Usai Diperiksa

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, buka suara terkait kabar pemilik wedding organizer (WO) berinisial APD dilepaskan setelah diperiksa dalam kasus dugaan penipuan.

Sosok APD tengah menjadi sorotan warganet setelah rumahnya di Jalan Beton, Kayu Putih, Jakarta Timur, didatangi ratusan orang.

Kejadian ini muncul setelah APD diduga melakukan penipuan terkait paket pernikahan yang membuat kliennya yang berasal dari Cimanggis, Cileungsi, Bogor, dan Bekasi merasa geram.

Alasan Polisi Lepaskan WO yang Diduga Lakukan Penipuan 

Budi mengatakan bahwa polisi tidak melepas APD karena penyidik masih harus mengumpulkan barang bukti yang cukup.

Meski begitu, laporan terkait dugaan penipuan WO ke Polda Metro Jaya baru masuk pada Minggu (7/12/2025).

“Kemarin sore laporannya baru masuk terkait penipuan penggelapan,” ujar Budi dikutip dari , Senin (8/12/2025).

“Bukan dilepaskan. Selaku penyidik harus membuat terang suatu tindak pidana. Harus periksa saksi, terus alat-alat buktinya apa. Ini kan harus didalami,” tambahnya.

Budi menambahkan, kasus dugaan penipuan WO yang dilakukan oleh APD sudah terjadi selama beberapa bulan, tepatnya 13 April 2025 hingga 6 Desember 2025.

Pihak pertama yang melaporkan APD ke polisi adalah pasangan yang berencana menikah pada Sabtu (6/12/2025).

Adapun informasi soal APD sempat dibebaskan polisi berasal dari media sosial.

Pada awalnya, pelaku dikabarkan dibawa ke Polda Metro Jaya oleh salah satu keluarga korban.

APD kemudian menjalani pemeriksaan selama empat jam, namun dibebaskan karena diklaim sudah melakukan negosiasi dengan korban.

Pelaku Sudah Diamankan di Polres Metro Jakarta Utara

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya sudah mengamankan beberapa pihak, salah satunya APD, terkait kasus penipuan WO.

Hal tersebut dilakukan setelah rumah APD digeruduk para korban yang membuat situasi di lokasi kejadian mendadak panas.

“Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak wedding organizer,” ujar Alfian dikutip dari , Senin (8/12/2025).

Saat situasi memanas, polisi segera melakukan pengamanan di lokasi kejadian supaya tidak timbul aksi anarkis.

Alfian menegaskan bahwa kasus dugaan penipuan WO saat ini ditangani Polres Metro Jakarta Utara sesuai wilayah hukum terjadinya perkara.

“Saya turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi dengan masyarakat. Upaya ini dilakukan guna meredam emosi massa serta mencegah terjadinya tindakan anarkis,” ujar Alfian.

“Terduga pelaku diamankan dan selanjutnya dibawa untuk dilimpahkan penanganannya ke Polres Metro Jakarta Utara sesuai laporan kasus,” tambahnya.

Awal Mula Kasus Penipuan WO Terungkap

Kasus penipuan WO yang menjerat APD pertama kali mencuat melalui unggahan seorang perias pengantin di TikTok mengenai pernikahan bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025).

Salah satu korban, Tamay (26), menceritakan bahwa dugaan penipuan terjadi pada layanan katering.

"Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya," ujarnya.

Setelah unggahan tersebut viral, beberapa warganet mengaku sebagai korban dan mulai berkomunikasi melalui grup WhatsApp. 

Setelah berkomunikasi, mereka mendapati pola penawaran paket yang diduga sama dan menjanjikan sebagaimana diberikan oleh WO tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang