Curhat Perpisahan Ryo Matsumura usai Dilepas Persija ke Bhayangkara FC: Saya Benar-benar Kecewa
Kebersamaan gelandang serang asal Jepang, Ryo Matsumura, bersama Persija Jakarta resmi berakhir untuk sementara waktu setelah dipinjamkan ke Bhayangkara Presisi FC Lampung hingga akhir musim.
Kepastian itu disampaikan sang pemain melalui unggahan perpisahan di akun media sosial pribadinya pada Selasa 10 Februari 2026, menyusul keputusan klub melepasnya di tengah padatnya persaingan lini tengah Persija.
Kepergian pemain berusia 31 tahun itu disebut berkaitan dengan ketatnya komposisi pemain di sektor gelandang, terutama dengan kehadiran sejumlah pemain asing. Situasi tersebut membuat Matsumura harus mencari menit bermain di klub lain.
Selama hampir tiga tahun berseragam Macan Kemayoran, Matsumura mencatat kontribusi signifikan dengan torehan 17 gol dan 18 assist. Ia juga menjadi pemain Jepang pertama yang membela Persija.
Menariknya, tidak ada pengumuman resmi dari Persija, baik melalui laman klub maupun media sosial, terkait kepindahan sementara tersebut.
Pemain Persija Jakarta, Ryo Matsumura
Melalui unggahannya, Matsumura menyampaikan rasa terima kasih kepada klub dan suporter yang telah mendukungnya selama berkarier di Jakarta.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari Persija selama hampir tiga tahun sebagai pemain Jepang pertama dalam sejarah klub besar ini,” tulis Matsumura, dikutip VIVA Rabu 11 Februari 2026.
Ia juga menyinggung perjalanan kariernya yang diwarnai berbagai tantangan, termasuk ketika Persija mengalami masa sulit secara finansial. Menurutnya, situasi tersebut sempat berdampak langsung kepada pemain, termasuk keterlambatan pembayaran gaji dalam beberapa bulan.
Selain itu, Matsumura turut mengenang momen ketika Persija harus bertanding tanpa dukungan suporter di stadion. Meski berada dalam keterbatasan, ia menegaskan seluruh pemain tetap berusaha memberikan performa terbaik.
“Saya tetap berusaha memberikan yang terbaik dan terus berkontribusi untuk tim, dan itu untuk kalian, para pendukung,” tulisnya.
Salah satu kenangan paling berkesan bagi mantan pemain Persis Solo tersebut adalah saat mencetak gol perdananya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ia menyebut gemuruh suporter pada momen itu sebagai pengalaman yang tak terlupakan dalam kariernya.
Matsumura juga mengungkapkan sempat mengalami cedera di awal musim. Berkat penanganan tim medis Persija, ia berhasil pulih lebih cepat dari perkiraan. Namun, tak lama setelah pulih, ia harus menerima keputusan dipinjamkan ke Bhayangkara FC.
“Saya benar-benar kecewa karena kini harus menunjukkan diri saya bukan sebagai pemain Persija, melainkan klub lain,” tulisnya.
Meski demikian, ia melihat kondisi Persija kini jauh lebih stabil secara finansial dan tengah berada dalam tren positif. Ia pun optimistis klub akan terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Di akhir pernyataannya, Matsumura menyampaikan terima kasih kepada pelatih, staf, serta seluruh elemen klub, sembari mendoakan kesuksesan Persija di masa depan.