BMKG Imbau Warga Waspada, Bibit Siklon Tropis 93W Picu Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini

Bibit Siklon Tropis 93W, cuaca ekstrem, bibit siklon tropis 93W, dampak bibit siklon tropis, BMKG Imbau Warga Waspada, Bibit Siklon Tropis 93W Picu Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (5/12/2025) menyatakan masih mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 93W di sekitar wilayah Indonesia.

Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik BMKG mengatakan, sistem bibit siklon tersebut mulai terbentuk pada 28 November 2025 pukul 19.00 WIB di Samudra Pasifik Utara, tepatnya di timur laut Pulau Papua.

Analisis terbaru pada Jumat (5/12/2025) pukul 07.00 WIB menyebut, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 93W terpantau berada di 11,4 derajat LU dan 127,2 derajat BT, atau di Laut Filipina bagian utara Maluku Utara.

“Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 20 knot (37 km/jam) di bagian utara, dengan tekanan minimum sekitar 1005 hPa,” ujar Andri kepada , Jumat (5/12/2025).

Ada peluang Bibit Siklon Tropis 93W jadi siklon?

Menurut Andri, pengamatan citra satelit selama 12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif yang berubah-ubah.

Pada malam hari, konveksi cenderung melemah, namun kembali meningkat menjelang dini hari. Meski demikian, area dense overcast dan deep convection lebih dominan di sebelah utara sistem, sementara konveksi di bagian pusat masih terbatas.

Distribusi konveksi yang condong ke utara ini dipengaruhi oleh shear yang lebih kuat di bagian utara sistem, yang mendukung perkembangan awan konvektif di wilayah tersebut.

"Pusat sistem yang masih lemah tidak cukup kuat untuk mempertahankan konveksi di sekitarnya, sehingga aktivitas konvektif tampak tergeser ke arah utara," kata Andri.

Analisis angin per lapisan menunjukkan adanya penguatan sirkulasi dari permukaan hingga 700 hPa, dengan kecepatan angin 20–25 knot terutama di barat laut hingga utara.

Pada lapisan 500 hPa, sirkulasi tampak bergeser lebih ke utara dibanding lapisan bawahnya.

Bibit Siklon 93W didukung beberapa faktor atmosfer yang menguntungkan, antara lain:

  • Suhu muka laut hangat 29–30 derajat Celsius
  • Vertical wind shear rendah 10–15 knot
  • Inflow angin kuat yang masuk ke inti sistem
  • Vortisitas yang mendukung di berbagai lapisan
  • Divergensi atas dan konvergensi bawah kategori sedang–kuat
  • Adanya gelombang atmosfer seperti Equatorial Rossby, Low Frequency, dan MJO.

Namun, kata Andri, kelembapan udara di lapisan menengah yang relatif kering dapat menghambat perkembangan sistem lebih lanjut.

Sehingga menurut BMKG, dalam 24 jam ke depan atau hingga Sabtu (6/12/2025), intensitas Bibit Siklon Tropis 93W diperkirakan cenderung menurun.

Hal ini seiring dengan masuknya sistem ke daratan Kepulauan Filipina dengan kecepatan angin maksimum menjadi sekitar 15 knot dengan pergerakan ke arah barat.

"Dalam 48 jam ke depan, intensitas sistem ini diprakirakan masih menurun dengan kecepatan angin sekitar 15 knot," jelas Andri.

Sementara dalam 72 jam ke depan, sistem akan bergerak ke wilayah Laut Sulu dengan pergerakan ke arah barat dan mengalami penguatan kembali dilihat dari pola sirkulasinya dengan kecepatan angin berkisar antara 20-25 knot.

"Potensi Bibit Siklon Tropis 93W untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori peluang rendah," terang Andri.

Dampak Bibit Siklon Tropis 93W

Meski berpeluang rendah menjadi siklon, namun bibit siklon ini berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Dilansir dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, ini beberapa potensi dampaknya:

1. Hujan sedang hingga lebat

  • Maluku Utara
  • Sulawesi Utara.

2. Angin Kencang

  • Maluku Utara
  • Sulawesi Utara.

3. Gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 meter)

  • Perairan Kepulauan Sangihe–Talaud
  • Laut Sulawesi
  • Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

BMKGmengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang