Inggris dan Jerman Belasungkawa atas Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

Banjir menggenangi jalan dan pemukiman di Aceh Tamiang
Banjir menggenangi jalan dan pemukiman di Aceh Tamiang

Pemerintah Jerman dan Inggris menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

"Pemerintah Jerman menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pemerintah Indonesia serta seluruh masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," kata Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.

Melalui akun Instagram resmi Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Selasa, Johann juga menyampaikan simpati dan doa kepada seluruh pihak yang terdampak, khususnya masyarakat di Indonesia.

"Kami turut berduka cita atas korban jiwa, kerusakan, serta kesulitan yang dialami oleh masyarakat setempat. Kami bersama rakyat Indonesia dalam masa sulit ini," katanya.

Lebih lanjut, Menlu Jerman menyampaikan pula duka cita atas bencana banjir besar yang terjadi di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Sementara itu, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta juga mengucapkan duka cita kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia.

"Kami turut mengucapkan duka cita yang tulus dan terdalam kepada pemerintah Indonesia dan masyarakat setempat menyusul bencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat," kata Kedubes Inggris melalui sebuah pernyataan.

"Doa kami menyertai seluruh keluarga, orang-orang terkasih, tim tangkap darurat serta masyarakat yang terdampak bencana ini," demikian unggahan Kedubes Inggris yang disampaikan pula melalui Instagram.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban meninggal dunia bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa, 2 Desember 2025, mencapai 604 orang. Sementara, 464 orang lainnya dinyatakan hilang dan 2,6 ribu orang terluka.

Kemudian 1,5 juta jiwa terdampak, 570,7 ribu orang mengungsi tersebar di 50 kabupaten/kota. Selain itu, sebanyak 3,500 rumah mengalami rusak berat, 4,100 rusak sedang, 20,5 ribu rusak ringan, 282 unit fasdik rusak dan 271 unit jembatan rusak. (ant)