Banjir dan Longsor Kepung Agam, Akses Warga Terputus dan Jalan Provinsi Tertimbun
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat curah hujan tinggi pada Rabu (11/2/2026) malam.
Hujan dengan intensitas cukup tinggi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan, menyebabkan jembatan darurat hanyut, ratusan warga mengungsi, hingga akses jalan provinsi lumpuh.
Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono mengatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan hanyut terbawa arus Sungai Batang Nanggang.
"Dua jembatan darurat yang dibangun dari pohon kelapa dibawa arus sungai cukup besar," kata Rahmat di Lubuk Basung, Kamis (12/2/2026) dikutip dari Antara.
Di mana saja jembatan yang hanyut?
Rahmat menjelaskan, kedua jembatan tersebut berada di sekitar Masjid Syuhada yang menghubungkan Sawah Laweh–Kampuang Pili, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.
Satu jembatan lainnya berada di Orong Subarang Aia, nagari yang sama, yang menghubungkan Koto Alam–Subarang Aia.
Jembatan darurat itu sebelumnya dibangun untuk memulihkan akses warga pascabanjir bandang pada akhir November 2025.
"Jembatan darurat dibangun untuk mempermudah akses warga usai bencana banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025," ujarnya.
Akibat hanyutnya jembatan tersebut, sejumlah warga kembali terisolasi. Kepala Jorong Subarang Aia, Irlan, menyebut jembatan itu merupakan satu-satunya akses vital bagi warga.
"Jembatan darurat akses satu-satunya bagi warga untuk membawa hasil pertanian, perkebunan dan ke sekolah. Di lokasi, Polri sedang membangun jembatan Bailey," katanya.
Bagaimana dampak banjir dan longsor di wilayah lain?
Selain di Palembayan, banjir dan longsor juga melanda Kecamatan Tanjung Raya. BPBD mencatat sebanyak 170 kepala keluarga mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir setinggi 40–60 sentimeter.
"170 KK itu mengungsi ke SD, masjid, rumah keluarga, dan rumah tetangga," kata Rahmat.
Para pengungsi tersebar di beberapa nagari, yakni:
- Nagari Koto Kaciak sebanyak 90 KK
- Nagari Sungai Batang sebanyak 50 KK
- Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko sebanyak 30 KK akibat longsor
Banjir terjadi setelah Sungai Asam dan Sungai Tumayo meluap akibat hujan deras sejak siang hingga sore hari. Saat ini, kondisi air mulai surut dan warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan material banjir.
Di Sungai Asam, Jorong Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, belasan rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50–80 sentimeter.
Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar mengatakan arus cukup deras sehingga evakuasi dilakukan oleh tim gabungan.
"Banjir mengenangi rumah warga dan merendam perabotannya," kata Muzakar.
Material longsor juga menimbun badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung–Bukittinggi sepanjang sekitar 50 meter dengan ketinggian timbunan mencapai 1,5 meter.
Bahkan satu unit minibus sempat tertimbun material, meski sopir dan penumpang berhasil menyelamatkan diri.
"Pembersihan material tanah longsor sedang berlangsung dengan mengerahkan alat berat," ujar Rahmat.
Apa saja kerusakan infrastruktur yang terjadi?
Selain jembatan dan jalan, material longsor juga menimbun tiang listrik sehingga menyebabkan pemadaman di sejumlah titik.
Di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, dam sementara dilaporkan bobol akibat luapan Sungai Batang Balok. Air meluap hingga ke ruas jalan Maninjau–Sungai Batang dan menggenangi SDN 09 Bancah.
Warga setempat berupaya memperbaiki dam secara manual dengan menumpuk batu dan kayu agar aliran sungai kembali terkendali.
Banjir juga dilaporkan merendam dua rumah di Siguhuang, Nagari Lubuk Basung, akibat meluapnya Sungai Batang Siguhuang.
Rahmat mengakui banjir hampir selalu terjadi saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kondisi geografis berupa daerah aliran sungai serta kontur perbukitan membuat kawasan ini rawan luapan air dan longsor.
"Kita telah menurunkan petugas ke lokasi untuk membantu evakuasi warga. Namun di dalam perjalanan, jalan tertimbun tanah longsor," katanya.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini