Top 5+ Fakta Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak Pria Misterius Usai Salurkan Bencana Banjir

Pekalongan, Jawa Tengah, 5 Fakta Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak Pria Misterius Usai Salurkan Bencana Banjir, 1. Pelaku Beraksi Saat Malam Hari, 2. Peluru Mengenai Bangunan Rumah, 3. Korban Langsung Lapor Polisi, 4. Pelaku Datang Menggunakan Motor, 5. Pelaku Diduga Sudah Memetakan Lokasi 

Suami anggota DPRD Jateng Nur Fatwah,  Amat Muzakhim alias Boim, menjadi target penembakan orang tak dikenal (OTK).

Insiden tersebut terjadi di rumah Boim di Desa Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu (14/2/2026).

Penembakan berlangsung saat Boim sedang berada di teras rumah bersama sejumlah tamu. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik aksi penembakan tersebut.

Berikut lima fakta terkait penembakan rumah suami anggota DPRD Jateng oleh pria misterius.

1. Pelaku Beraksi Saat Malam Hari

Sebelum kejadian, Boim mengaku beraktivitas di luar rumah sejak sore hari. 

Setelah shalat Asar, ia bersama rekannya membeli empat ton telur di Kecamatan Talun untuk bantuan korban bencana.

Usai makan malam di wilayah Grogolan, mereka melanjutkan kegiatan penyaluran bantuan banjir di Pesanggrahan dan Bebel sebelum kembali pulang.

"Saya sampai rumah sekitar pukul 20.30 WIB," ujar Boim, dikutip dari TribunBanyumas, Minggu (15/2/2026).

"Tidak lama kemudian, ada dua tamu datang," tambahnya.

Saat sedang berbincang di teras, salah satu tamu keluar membeli rokok. 

Tidak lama berselang, sebuah sepeda motor datang dari arah utara dan berhenti di depan rumah sebelum pelaku melepaskan tembakan.

"Ada motor masuk, berhenti sebentar, lalu langsung menembak. Kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB," ujar Boim.

2. Peluru Mengenai Bangunan Rumah

Boim mengaku sempat ingin mengejar pelaku, namun membatalkan niat tersebut karena khawatir pelaku masih membawa senjata api.

"Saya mau mengejar, tapi takut malah ditembak," tuturnya.

Ia menyebut suara letusan terdengar sangat keras dan berbeda dari suara petasan. 

Tembakan diketahui mengenai tembok rumah, sementara proyektil jatuh di area depan teras garasi.

3. Korban Langsung Lapor Polisi

Setelah kejadian, Boim segera menghubungi aparat kepolisian sebanyak tiga kali, yakni ke Polda Jawa Tengah dan Polres Pekalongan. 

Sekitar 30 menit kemudian, petugas dari Polsek Kedungwuni tiba di lokasi.

Petugas kemudian melakukan pengamanan lokasi serta mengamankan proyektil yang ditemukan di sekitar rumah.

Saat ditanya mengenai kemungkinan motif, Boim menegaskan dirinya tidak memiliki konflik bisnis maupun persoalan dengan pihak lain.

"Kalau persoalan kompetitor, tidak ada," ujar Boim.

4. Pelaku Datang Menggunakan Motor

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku datang dari arah utara dengan mengendarai sepeda motor Vario hitam. 

Dilansir dari Tribunnews, Minggu (15/2/2026), pelat nomor kendaraan diduga ditutup menggunakan plastik.

Pelaku masuk ke halaman rumah, sempat menoleh ke belakang, lalu mengarahkan senjata api ke arah korban. 

Tembakan tersebut meleset dan mengenai bagian plafon dekat garasi mobil.

Hasil olah tempat kejadian perkara menemukan bekas tembakan pada plafon setinggi sekitar 257 sentimeter.

Sementara itu, proyektil ditemukan di area garasi sekitar 23 meter dari posisi pelaku.

5. Pelaku Diduga Sudah Memetakan Lokasi 

Polisi menduga pelaku sudah mengetahui kondisi lokasi sebelum melancarkan aksinya. 

Hal ini terlihat dari pergerakan pelaku yang dinilai cepat dan terarah sejak memasuki halaman hingga meninggalkan tempat kejadian.

“Untuk sementara, indikasinya lebih kepada aksi teror karena tembakan mengarah ke atas,” jelas Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf.

Dalam penanganan kasus ini, Polres Pekalongan dibantu Ditreskrimum serta Bidang Laboratorium Forensik Polda Jateng untuk melakukan pemeriksaan balistik lanjutan.

“Kami berkomitmen mengungkap pelaku, dan memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang