4 Ruas Jalan Tol di Sumatera Terdampak Banjir dan Longsor, Begini Kondisinya

jalan tol, banjir dan longsor, Sumatera, Tol Sigli-Banda Aceh, Tol Binjai-Pangkalan Brandan, Banjir dan longsor, tol padang sicincin, bencana di sumatera, 4 Ruas Jalan Tol di Sumatera Terdampak Banjir dan Longsor, Begini Kondisinya, 1. Tol Sigli-Banda Aceh, 2. Tol Binjai-Pangkalan Brandan, 3. Tol Padang-Sicincin, 4. Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi

Sejumlah ruas jalan tol turut terdampak cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir.

Setidaknya terdapat empat ruas jalan tol yang terdampak banjir dan longsor. Masing-masing ruas mengalami kondisi yang berbeda-beda.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus melakukan penanaganan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat, terutama menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

"Ruas tol tersebut memiliki fungsi vital dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera. Kementerian PU bersama BUJT dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja 24 jam untuk memastikan keamanan, stabilitas konstruksi, serta kelancaran arus lalu lintas menjelang Nataru 2025/2026," ujar Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

4 Ruas Tol di Sumatera Terdampak Bencana

1. Tol Sigli-Banda Aceh

Ruas Tol Sigli-Banda Aceh secara umum aman dan tetap beroperasi normal meski intensitas hujan tinggi terjadi di wilayah tersebut.

Gerusan teridentifikasi pada Jembatan Akses GT Jantho KM 1+400 Jalur. Kondisi ini tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas, namun telah dilakukan pengamanan sementara berupa pemasangan water barrier dan peningkatan patroli pada titik rawan.

BUJT juga membuka akses Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) untuk memperlancar distribusi logistik dan menyiapkan bantuan ringan bagi masyarakat terdampak bencana.

2. Tol Binjai-Pangkalan Brandan

Hujan ekstrem memicu gerusan tanah dan luapan air di sejumlah titik Seksi 2 (Kuala Bingai-Tanjung Pura), khususnya KM 49+800, KM 50+800, KM 52+600, dan KM 53+400 sehingga perlu dilakukan penghentian sementara operasi pada titik terdampak.

Kementerian PU dan BUJT PT melakukan penanganan darurat berupa:

  • Penutupan jalur tergenang
  • Pengamanan area
  • Pengalihan arus lalu lintas
  • Penyusunan kajian teknis untuk penanganan permanen.

Sementara itu, Seksi 3 Tanjung Pura-Pangkalan Brandan tetap beroperasi normal dan menjadi jalur alternatif.

3. Tol Padang-Sicincin

Genangan sesaat terjadi pada KM 8+800 arah GT Padang dan telah surut, sehingga operasional kembali normal.

Gerusan lereng teridentifikasi di beberapa titik:

  • KM 21 Jalur A
  • KM 22 Jalur B
  • KM 26 Jalur A, dan
  • KM 31 Jalur A.

Penanganan sementara dilakukan untuk menjaga stabilitas area, disertai peningkatan patroli dan mitigasi karena hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi berlanjut.

BUJT juga meningkatkan jumlah personel siaga serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak di sekitar lingkungan jalan tol.

4. Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi

Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi mengalami longsor, ini menyebabkan amblasnya struktur di injak Jembatan 41+600 pada Jumat (28/11/2025).

Longsor terjadi sekitar pukul 11.30 WIB akibat hujan berintensitas tinggi yang meningkatkan debit air Sei Batu Gingging hingga menggerus fondasi timbunan jalan.

Untuk itu, selama proses penanganan, rekayasa lalu lintas diterapkan, meliputi:

  • Arah Tebing Tinggi menuju Medan dialihkan melalui GT Kemiri dan GT Kualanamu
  • Arah Kualanamu menuju Medan dialihkan melalui GT Lubuk Pakam
  • Arah Medan menuju Kualanamu-Tebing Tinggi Lajur 1 masih dibuka untuk golongan 1 non-bus, sementara golongan bus dan golongan 2 ke atas dialihkan melalui GT Tanjung Morowa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang