Longsor Terjang 4 Wilayah Sumatera Utara, Korban Sementara Nihil
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat empat wilayah yang mengalami bencana tanah longsor.
Menurut laporan Pusdalops PB Sumut, Selasa (25/11/2025), empat wilayah yang terdampak bencana tanah longsor pada Senin (24/11/2025), meliputi Kota Sibolga, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Nias Selatan.
Dikutip Antara, Selasa (25/11/2025), tanah longsor di Sibolga disebutkan bahwa pemicunya adalah hujan berintensitas tinggi.
Hal itu kemudian mengakibatkan akses di Jalan II Nomensen Kecamatan Sibolga Timur tertutup.
Bencana tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan berdampak pada Kecamatan Angkola Sankunur dan Kecamatan Angkola Barat.
Jalan lintas penghubung Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal putus total sepanjang 37 meter dengan lebar 6,5 meter dan kedalaman atau ketinggian sekitar 9 meter di Kecamatan Angkola Sankunur.
Kejadian di Kecamatan Angkola Barat menyebabkan sedikitnya dua rumah mengalami rusak berat.
Di Kabupaten Nias Selatan, Pusdalops PB Sumut mencatat ada tiga kecamatan masuk dalam wilayah terdampak bencana tanah longsor.
Gangguan terjadi pada jalan lintas antarkabupaten di Kecamatan Hilimegai dan jalan lintas antarkabupaten di Kecamatan Onolalu.
Satu rumah di Kecamatan Fanayama dilaporkan mengalami rusak berat akibat longsor.
Bencana tanah longsor di Kota Gunungsitoli berdampak pada Kecamatan Gunungsitoli Selatan dan Kecamatan Gunungsitoli Idanoi.
Jalan lintas kilometer 12 di Desa Hiligodu Ombolata, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, dilaporkan terganggu akibat material longsor.
Data sementara korban tanah longsor Sumatera Utara
Pusdalops PB Sumut mencatat jumlah pengungsi, korban luka, dan korban meninggal dunia di empat wilayah tersebut nihil.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati menyampaikan bahwa data itu masih bersifat sementara.
"Berdasarkan laporan, jumlah pengungsi, korban luka-luka dan meninggal dunia nihil," ujarnya.
Sri Wahyuni, yang akrab disapa Yuyun, menyebut penanganan darurat telah dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing bersama pemangku kebijakan terkait.
"Berdasarkan laporan. Saat ini masih dalam penanganan oleh pemerintah masing- masing dan pemangku kebijakan terkait," katanya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang