Menhut: Banjir dan Longsor di Sumatera Jadi Momentum Perbaiki Tata Kelola Hutan
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan rangkaian banjir dan tanah longsor di Sumatera harus menjadi titik balik untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lingkungan hidup di Indonesia.
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Sabtu (29/11/2025), Raja Juli menyampaikan duka mendalam atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Raja Juli menilai perhatian publik yang tertuju pada bencana tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi atas pengelolaan lingkungan yang masih menyisakan persoalan mendasar.
"Kita mendapatkan momentum yang baik justru karena semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi,” kata Raja Juli, seperti dikutip Antara, Sabtu (29/11/2025).
mudahan tidak melebar ke wilayah lain," imbuhnya.
Raja Juli menyebut situasi ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa penebangan hutan liar yang tidak terkontrol berkontribusi besar terhadap bencana hidrometeorologi.
"Jadi satu sisi kami mengatakan duka yang mendalam, tapi ini juga momentum yang baik kita melakukan evaluasi kebijakan,” terangnya.
“Karena pendulumnya ekonomi dan ekologi ini cenderungnya ke ekonomi, harus ditarik ke tengah lagi. Buktinya nyata kan untuk saudara-saudara kita. Itu fakta yang kita rasakan," tambahnya.
Menhut janjikan langkah konkret pemerintah
Foto Taman Nasional Tesso Nilo dari Tahun 2017-2022 via Google Earth.
Dalam kunjungan kerja ke Riau, Raja Juli menegaskan pemerintah tidak berhenti pada evaluasi, tetapi mulai mengambil langkah konkret di lapangan.
Ia menyebutkan, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah di Kuantan Singingi melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat sebagai bentuk penguatan hak masyarakat adat.
"Masyarakat adat selama ini tersisihkan, padahal mereka adalah kelompok yang paling mampu menjaga hutan. Legalisasi ini memberi mereka ruang untuk berkontribusi," jelasnya.
Raja Juli juga meninjau Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, dan mendorong restorasi berkelanjutan untuk memastikan habitat gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), seperti Domang dan kelompoknya tetap terlindungi.
"Kedatangan saya dua hari ke Riau ini menjadi contoh apa yang kita kerjakan di tempat lain, termasuk di Sumatera Barat kita evaluasi di Sumatera Utara, Aceh dan daerah lain," tuturnya.
Ia memastikan langkah-langkah penyelesaian masalah kehutanan yang dilakukannya di Riau akan diterapkan juga di wilayah lain yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Raja Juli menegaskan komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola hutan secara menyeluruh sebagai respons atas bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Jalan utama di tengah perkebunan sawit di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang