Resolusi 2026: 10 Kebiasaan Sederhana agar Mental Tetap Waras di Tengah Beratnya Kehidupan
Memasuki awal tahun, ada banyak resolusi yang ingin dicapai. Salah satu rosulusi yang ingin dicapai adalah bisa tetap ‘waras’. Mengingat selama setahun belakangan ini banyak kejadian tak terduga yang menguras emosi kita. Mulai dari lingkungan kerja yang toxic, paparan pemberitaan mengenai kondisi negara, hingga meningkatnya tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.
Memang menjaga kesehatan mental bukanlah hal mudah. Meski begitu, ternyata ada kebiasaan kecil yang jika dilakukan secara sadar setiap hari justru bisa membantu memulihkan keseimbangan emosi dan ketahanan psikologis. Lantas apa saja?
Psikolog Konseling dan Terapis Keluarga, Archana Singhal, membagikan 10 sepuluh kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari untuk membantu orang-orang yang merasa terbebani agar tetap menjaga keseimbangan mental di tengah tuntutan hidup. Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari laman Hindustan Times, Senin 1 Januari 2026.
1. Jangan langsung menyalakan ponsel atau laptop setelah bangun tidur
Bagi banyak orang, mengecek email atau media sosial begitu bangun tidur sudah menjadi kebiasaan. Padahal kata Archana hal ini bahkan bisa membuat seseorang stres sebelum memulai hari Menghabiskan beberapa saat pertama di pagi hari tanpa gadget memberi waktu bagi otak untuk bersiap menghadapi hari dengan lebih tenang dan fokus. Kebiasaan ini sangat berharga untuk menjaga kendali emosi sepanjang hari.
2. Sisipkan jeda pernapasan singkat dalam rutinitas harian
Orang yang menjalani hidup dengan ritme sangat sibuk sering kali tidak bernapas dengan benar. Padahal, hanya beberapa menit menarik napas dalam secara sadar dan perlahan dapat membantu meredakan ketegangan serta meningkatkan fokus.
“Pernapasan yang disadari akan mengaktifkan mekanisme tubuh untuk menjadi lebih rileks, sehingga kita lebih mampu menghadapi tantangan rutinitas yang padat,” jelas sang psikolog.
3. Fokus pada satu prioritas yang bisa diselesaikan dalam sehari
List tugas sering kali justru membuat orang merasa kewalahan. Padahal, kata Archana memilih satu tugas yang realistis dan bermanfaat untuk diselesaikan hari itu saja sudah sangat membantu mengurangi beban pikiran seseorang. Dia melanjutkan, ketika tugas tersebut berhasil diselesaikan, rasa percaya diri dan energi positif pun akan meningkat.
4. Jangan terus-menerus bekerja di depan komputer
Bekerja terlalu lama di depan komputer dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan meningkatkan risiko mudah tersinggung. Mengambil jeda singkat setiap satu jam sangat efektif untuk memberi waktu istirahat bagi tubuh dan mencegah kelelahan. Mengalihkan pandangan dari layar terutama melihat objek yang lebih jauh dapat membantu mata beristirahat. Peregangan ringan atau berjalan sebentar juga bermanfaat untuk memberi jeda bagi tubuh dan pikiran.
5. Lakukan aktivitas fisik singkat
Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan mental karena tubuh menghasilkan hormon yang dapat menurunkan rasa cemas saat bergerak. Beberapa aktivitas fisik misalnya, berjalan kaki sebentar, peregangan ringan, atau sering berdiri bisa memberikan dampak besar pada suasana hati dan konsentrasi, ujar terapis keluarga tersebut.
6. Perhatikan apa yang Anda makan dan minum
Pola makan berpengaruh pada kestabilan emosi. Maka dari itu, melewatkan waktu makan atau makan dengan terburu-buru sebaiknya dihindari. Minum air yang cukup dan makan dengan penuh kesadaran membantu menjaga energi, fokus, dan keseimbangan mental secara keseluruhan.
7. Tetapkan batasan emosional
Banyak orang yang sibuk tanpa sadar ikut memikul beban emosi orang lain. “Beberapa cara untuk melindungi kesehatan emosional antara lain berani berkata tidak saat diperlukan, menetapkan batasan di tempat kerja, dan melepaskan beban pikiran ketika waktunya beristirahat,” jelas sang ahli.
8. Tunjukkan emosi, jangan dipendam
Memendam emosi terlalu lama dapat menimbulkan tekanan yang sulit diurai dan bahkan berujung pada kelelahan mental.
“Berbagi cerita dengan orang tepercaya, menulis jurnal, atau sekadar mengakui perasaan yang dirasakan dapat membantu mengurangi tekanan emosi dan meningkatkan kesadaran diri,” ungkapnya.
9. Batasi paparan berita negatif dan media sosial
Kecemasan sering kali dipicu oleh terlalu banyak mengikuti berita berat dan kebiasaan membandingkan diri di dunia maya.
“Dengan membatasi waktu untuk mengakses berita dan media sosial, otak memiliki kesempatan untuk beristirahat dari beban mental yang tidak perlu,” kata dia.
10. Akhiri hari dengan refleksi atau rasa syukur
Salah satu cara paling efektif untuk menenangkan pikiran dan membantu tidur lebih nyenyak adalah meluangkan beberapa menit sebelum tidur untuk mengingat momen menyenangkan atau mengungkapkan rasa syukur. Kebiasaan ini melatih otak untuk lebih fokus pada keseimbangan, bukan pada stres.