Rupiah Menguat usai BI Laporkan Tingginya Kredit 'Nganggur' oleh Perbankan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.790 per Selasa, 23 Desember 2025. Posisi rupiah itu melemah 17 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.773 pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 24 Desember 2025 hingga pukul 09.25 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.774 per dolar AS. Posisi itu menguat 13 poin atau 0,08 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.787 per dolar AS.
Ilustrasi mata uang Rupiah.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Bank Indonesia (BI) telah mengungkap penyebab kredit 'nganggur' yang belum disalurkan perbankan (undisbursed loan), yang menyentuh Rp 2.500 triliun per November 2025.
Hal itu karena permintaan kredit saat ini belum sekuat yang diharapkan. Pasalnya, korporasi masih wait and see di tengah ketidakpastian ekonomi, sementara sektor rumah tangga juga masih menahan untuk mengambil kredit konsumsi, lantaran masih ragu akan kondisi ekonomi ke depan.
"Dari sisi suplai, bank sentral sudah memberikan insentif yang banyak kepada perbankan. Namun, sisi permintaan juga masih perlu didorong," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu, 24 Desember 2025.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat pertumbuhan undisbursed loan yang tetap tinggi menunjukkan masih adanya kelonggaran tarik kredit di masa depan, yang dapat dimanfaatkan oleh debitur dalam melakukan ekspansi usaha.
Dengan komitmen kredit atau pembiayaan yang besar, terdapat potensi peningkatan realisasi kredit di masa mendatang. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi membaik dan kepercayaan pelaku usaha meningkat.
Dengan posisi ini, sektor perbankan nasional dinilai tetap memiliki ruang untuk mendukung pembiayaan produktif, selama disertai dengan pendekatan yang cermat terhadap risiko dan arah kebijakan ekonomi ke depan.
Pemulihan beberapa sektor ekonomi serta dukungan optimal dari kebijakan fiskal dan moneter juga akan meningkatkan efek multiplier ke konsumsi rumah tangga dan investasi dunia usaha.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.780 - Rp 16.810," ujarnya.
Sebagai informasi, ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat setelah angkatan laut AS terlihat berupaya menyita kapal tanker minyak ketiga, yang terkait dengan negara Amerika Selatan tersebut.
Trump terus melancarkan retorika terhadap Caracas dan Presiden Nicolas Maduro, memperingatkan potensi serangan angkatan laut. Trump juga mengatakan AS akan menahan minyak dari kapal tanker Tiongkok yang disita di lepas pantai Venezuela.