Rupiah Menguat Usai BI Umumkan Surplus Transaksi Berjalan RI di Kuartal III-2025
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.719 per Jumat, 21 November 2025. Posisi rupiah itu menguat 23 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.742 pada perdagangan Kamis, 20 November 2025.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 24 November 2025 hingga pukul 09.13 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.707 per dolar AS. Posisi itu menguat 9 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.716 per dolar AS.
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar
Bank Indonesia (BI) melaporkan transaksi berjalan Indonesia surplus sebesar US$4,0 miliar atau 1,1 persen dari PDB, pada kuartal III-2025. Bank Sentral menjelaskan bahwa ini adalah surplus pertama sejak 10 kuartal terakhir.
Posisi transaksi berjalan ini berbalik dibandingkan dengan defisit US$2,7 miliar atau 0,8 persen dari PDB pada kuartal II-2025
Surplus ini ditopang oleh neraca perdagangan Indonesia yang meningkat, disumbang terutama oleh kenaikan surplus neraca perdagangan non-migas. Defisit neraca jasa menurun seiring kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Selain itu, neraca pendapatan primer mencatat defisit yang lebih rendah disebabkan oleh penurunan pembayaran imbal hasil investasi asing, seiring dengan telah berlalunya periode pembayaran dividen dan bunga/kupon.
Namun, BI mencatat defisit neraca perdagangan migas meningkat sejalan dengan kenaikan harga minyak global. Lebih lanjut, kinerja transaksi modal dan finansial tetap terkendali di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Sementara itu, investasi portofolio mencatat defisit terutama didorong oleh aliran keluar modal asing dalam bentuk surat utang. Selain itu, investasi lainnya juga mencatat defisit dipengaruhi terutama oleh kenaikan pembayaran pinjaman sektor swasta. Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial pada kuartal III-2025 mencatat defisit sebesar US$8,1 miliar.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.710 - Rp 16.740," ujarnya.