Puluhan Prajurit TNI Terjun Malam di Kawasan Babel, Latihan Infiltrasi Tambang Ilegal

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau latihan operasi terjun malam
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau latihan operasi terjun malam

 Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memantau langsung latihan terjun malam Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) dari Denmatra 1 dan Brigif Para Raider 18/Trisula di Bandara Udara Depati Amir, Bangka Belitung, Selasa, 19 November 2025, malam.

Latihan terjun malam merupakan bagian dari Latihan Komando Gabungan (Kogab) TNI, yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan TNI, melatih kemampuan dalam menjalankan operasi infiltrasi dalam menghadapi ancaman serta memperkuat pengamanan wilayah strategis di Bandara Depati Amir, Bangka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayor Jenderal TNI (Mar) Freddy Ardianzah  mengatakan latihan terjun malam Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengamanan ketat di Bangka Belitung menyusul maraknya tambang timah ilegal yang mencapai sekitar 1.000 titik dan menyebabkan kerugian hingga 80 persen potensi produksi nasional.

Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah 

"Panglima TNI menindaklanjuti instruksi tersebut dengan pengerahan unsur darat, laut, dan udara guna memperkuat legitimasi peran TNI dalam OMSP serta menutup ruang gerak aktivitas ilegal," kata Mayjen Freddy dalam keterangan persnya, Selasa malam. 

Dalam pelaksanaaanya, Kapuspen TNI menerangkan latihan ini diikuti oleh Denmatra 1 dan Brigif Para Raider 18/Trisula yang tergabung dalam latihan gabungan (Latgab) TNI. Latihan ini dimulai dengan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) yang melalukan penempatan titik pendaratan penerjun.

"Unsur KDOL berperan memastikan keamanan Drop Zone (DZ), melakukan clearance awal, memantau situasi medan, cuaca, dan potensi ancaman, serta memandu penerjunan pasukan dengan tanda visual," ujar Mayjen Freddy

Setelah lokasi pendaratan ditentukan, kemudian pasukan melakukan penerjunan malam menggunakan pesawat angkut TNI AU. Kapuspen menegaskan latihan terjun malam hari menuntut ketepatan tinggi sehingga hanya prajurit terpilih yang dilibatkan. Kegiatan ini juga menguji kesiapan alutsista dan satuan TNI dalam OMP maupun OMSP.

"Alhamdulillah kita sudah melaksanakan latihan di malam hari ini, yaitu KDOL. Kita terjunkan unsur-unsur dari Denmatra 1 dan juga Brigif 18. Ada total 23 peterjun, 13 dari Denmatra 1, kemudian 10 dari Brigif 18. Alhamdulillah seluruhnya berjalan lancar," ungkapnya

Melalui latihan KDOL dan operasi terintegrasi lintas matra, tambah Freddy, TNI menegaskan komitmen negara dalam menjaga keamanan, kedaulatan, serta sumber daya strategis nasional di Bangka Belitung.