Panglima Rancang Batalyon Olahraga Usai Atlet Prajurit TNI Sumbang Puluhan Medali di SEA Games 2025
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan rencana pembentukan batalyon olahraga di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Gagasan ini muncul seiring meningkatnya kontribusi prajurit TNI yang juga berstatus atlet dalam berbagai ajang olahraga internasional, termasuk SEA Games Thailand 2025.
Pada pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, atlet-atlet TNI tercatat menyumbangkan medali dalam jumlah signifikan bagi Kontingen Indonesia.
Rencana pembentukan batalyon olahraga ini berada di bawah naungan Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Pusjaspermildas) TNI.
Kehadiran satuan khusus tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet prajurit sekaligus menjadi wadah pengembangan prestasi olahraga nasional melalui jalur militer.
Mengapa TNI merencanakan pembentukan batalyon olahraga?
Panglima TNI menjelaskan bahwa pembentukan batalyon olahraga merupakan tindak lanjut dari kebijakan Mabes TNI yang sejak beberapa tahun terakhir membuka jalur rekrutmen khusus bagi atlet berprestasi dari kalangan sipil.
Atlet-atlet tersebut direkrut untuk menjadi prajurit TNI dengan tetap mempertahankan dan mengembangkan kemampuan olahraganya.
“Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan (anggota) militer. Sekarang, kita akan membuat nanti batalyon olahraga di bawah Pusjaspermildas,” kata Panglima TNI saat menjawab pertanyaan wartawan usai acara pemberian bonus bagi peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026) dikutip dari Antara.
Menurut Jenderal Agus, batalyon ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat pembinaan prajurit yang masuk melalui jalur atlet maupun prajurit aktif yang dinilai memiliki potensi untuk diproyeksikan tampil dalam berbagai kejuaraan olahraga tingkat regional hingga dunia.
Siapa saja atlet yang telah direkrut TNI?
Panglima TNI mengungkapkan bahwa Mabes TNI telah merekrut sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga populer.
Beberapa di antaranya merupakan atlet voli yang saat ini telah bermain di kompetisi tertinggi nasional, Proliga.
Selain itu, TNI juga merekrut atlet sepak bola yang kini memperkuat klub-klub Liga 1 dan Liga 2.
“Nah, orang-orang tersebut nanti cikal bakal yang akan nanti ikut berlaga di SEA Games, dan kegiatan olahraga lainnya seperti Olimpiade dan sebagainya,” ujar Panglima TNI.
Dengan adanya batalyon olahraga, pembinaan atlet-atlet tersebut diharapkan menjadi lebih terstruktur, terencana, dan berkelanjutan, sekaligus selaras dengan sistem keprajuritan TNI.
Bagaimana kontribusi prajurit TNI di SEA Games 2025?
Pada SEA Games Thailand 2025, prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda menunjukkan performa yang menonjol. Mereka berhasil menyumbangkan total 52 medali, terdiri atas:
- 19 medali emas
- 16 medali perak
- 17 medali perunggu
Secara keseluruhan, Indonesia menutup SEA Games ke-33 dengan raihan 91 medali emas, 112 medali perak, dan 130 medali perunggu. Kontribusi prajurit TNI dinilai signifikan dalam mendongkrak perolehan medali nasional.
Atas prestasi tersebut, Mabes TNI memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada para prajurit yang meraih medali. Salah satu penghargaan paling menonjol diberikan kepada atlet angkat besi Indonesia, Rizki Juniansyah.
Rizki tidak hanya menyumbangkan medali emas, tetapi juga memecahkan dua rekor dunia pada nomor clean and jerk dengan angkatan 205 kilogram serta total angkatan 365 kilogram.
Atas pencapaian tersebut, Rizki yang semula berpangkat letnan dua menerima kenaikan dua pangkat sekaligus menjadi kapten.
“Selama saya menjabat, ya baru ini, karena ini kan unit baru. TNI sedang mengembangkan pembangunan unit-unit baru selain olahraga. Banyak juga unit baru yang saya kembangkan sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang sekarang sedang sangat dinamis berubah di dunia. Kita harus mengikuti,” kata Jenderal Agus.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang