Borobudur Night Carnival 2025, Pawai Budaya Semarakkan Malam di Kawasan Candi
Borobudur Night Carnival (BNC) kembali hadir pada Sabtu malam, 27 September 2025, dengan menghadirkan parade budaya yang memikat ribuan pasang mata.
Karnaval yang telah memasuki edisi ketujuh ini digelar di kawasan wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Mengusung tajuk “Wiyar Budaya Mrih Jatmiko”, BNC 2025 menampilkan 28 kontingen yang terdiri dari 20 perwakilan desa di Kecamatan Borobudur dan delapan instansi serta sekolah.
Seluruh peserta menampilkan kostum kreasi unik, atraksi budaya, hingga ogoh-ogoh yang diarak sepanjang rute parade.
Parade Borobudur Night Carnival 2025
Parade dimulai pukul 19.30 WIB dari depan Kantor Kecamatan Borobudur di Jalan Medang Kamulan.
Dari titik start, peserta bergerak lurus hingga pertigaan pos polisi pariwisata, lalu berbelok ke kiri menuju Jalan Pramudyawardani. Pawai berakhir di kawasan Pasar Borobudur dengan total jarak sekitar 1,5 kilometer.
Sebelum parade malam berlangsung, sejak pagi hingga sore hari, rangkaian acara sudah diisi dengan senam massal serta pentas pertunjukan rakyat di halaman kantor Kecamatan Borobudur.
Borobudur Night Carnival, 27 September 2025
Ketua panitia BNC 2025, Rohmad Hidayat, menjelaskan bahwa gelaran ini menjadi salah satu upaya menghadirkan daya tarik wisata malam di Borobudur.
“Kita masih minim daya tarik wisata malam hari. Melalui karnaval ini, kami ingin memberi pengalaman baru bagi wisatawan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Sementara itu, Camat Borobudur Subiyanto menekankan pentingnya acara ini untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, adanya pembatasan kuota naik ke Candi Borobudur membuat pola kunjungan wisatawan berubah, sehingga kegiatan seperti karnaval dapat menjadi solusi untuk menjaga geliat ekonomi lokal.
Ia juga menyinggung angka kemiskinan di Kecamatan Borobudur yang masih mencapai 18,24 persen.
“Ini anomali, karena kita tinggal di kawasan destinasi super prioritas Borobudur. Acara seperti BNC bisa menjadi momentum untuk memperkuat sektor pariwisata dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Dengan tema “Wiyar Budaya Mrih Jatmiko” yang bermakna keunikan dan potensi Borobudur sekaligus pengenalan jati diri budaya, karnaval ini menjadi wadah ekspresi sekaligus pengingat akan kekayaan tradisi yang dimiliki masyarakat Borobudur.
Sorotan utama malam itu adalah penampilan kontingen yang mengenakan kostum kreasi penuh warna, tarian tradisional, hingga arak-arakan ogoh-ogoh yang membuat suasana Borobudur semakin meriah.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.