Kisah Aska, Bocah SD Anak Sopir Angkot di Cianjur yang Dapat Modal Ternak Domba Rp 30 Juta dari Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi, Kisah Aska, Bocah SD Anak Sopir Angkot di Cianjur yang Dapat Modal Ternak Domba  Rp 30 Juta dari Dedi Mulyadi, Apa kisah di balik pertemuan Aska dan Dedi Mulyadi?, Mengapa Aska diminta bersumpah di hadapan Dedi Mulyadi?, Bagaimana tawaran Dedi Mulyadi untuk masa depan Aska?, Apa bantuan yang diberikan kepada Aska?, Bagaimana pengelolaan bantuan untuk masa depan Aska?

 Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kegiatan Safari Ramadhan di Kabupaten Cianjur menghadirkan momen yang tak biasa.

Dalam acara yang digelar pada Senin (9/3/2026) itu, perhatian Dedi tertuju pada seorang bocah sekolah dasar bernama Muhammad Aska Hasanudin.

Aska yang tampil sederhana mengenakan celana panjang, kaos, dan kopiah hitam kemudian diminta naik ke atas panggung untuk berbincang langsung dengan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut. Percakapan singkat itu kemudian mengungkap kisah kehidupan Aska yang cukup menyentuh.

Apa kisah di balik pertemuan Aska dan Dedi Mulyadi?

Dalam perbincangan di atas panggung, diketahui bahwa Aska merupakan anak seorang sopir angkot. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya di Desa Kademangan, Cibalagung, Kecamatan Mander, Kabupaten Cianjur.

Kepada Dedi Mulyadi, Aska mengungkapkan bahwa penghasilan ayahnya sebagai sopir angkot sedang tidak menentu. Meski demikian, ia mengaku masih meminta uang jajan kepada orang tuanya sebesar Rp2.000.

Saat ditanya digunakan untuk apa uang tersebut, Aska menjawab bahwa selama Ramadhan ia kerap membelinya untuk membeli sirup.

Mendengar jawaban tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memberikan nasihat sederhana kepada Aska agar menggunakan uang jajannya untuk sesuatu yang lebih bermanfaat bagi kesehatan, seperti membeli telur.

Mengapa Aska diminta bersumpah di hadapan Dedi Mulyadi?

Sebagai bentuk komitmen, Dedi Mulyadi kemudian mengajak Aska untuk bersumpah agar mulai mengubah kebiasaan tersebut.

Aska pun mengikuti arahan tersebut dan mengucapkan sumpah untuk tidak lagi membeli sirup mulai hari berikutnya serta menggunakan uangnya untuk membeli telur.

“Demi Allah kuring sumpah ti mimiti poe isuk moal meuli sirop deui, rek dipake meuli endog (Demi Tuhan dimulai besok tidak akan membeli sirup lagi, tapi akan membeli telur),” ucap Aska menirukan ucapan Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, Aska juga diminta bersumpah untuk menjual telepon genggam miliknya agar tidak terlalu sering bermain HP dan dapat lebih fokus pada pendidikan.

Sumpah tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelajaran mengenai hidup sehat, disiplin, serta pentingnya memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengingatkan bahwa menjadi orang yang memberi lebih baik daripada menjadi orang yang selalu menerima bantuan.

Bagaimana tawaran Dedi Mulyadi untuk masa depan Aska?

Percakapan tersebut kemudian berlanjut ketika Dedi Mulyadi menawarkan sebuah peluang kepada Aska untuk menjadi peternak domba.

Tawaran tersebut dimaksudkan sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi sejak dini sekaligus membantu perekonomian keluarga.

Tanpa ragu, Aska langsung menyatakan kesediaannya menerima tawaran tersebut. Dengan wajah polos, ia mengaku siap menjadi peternak domba.

Mendengar jawaban itu, Dedi kembali meminta Aska mengucapkan sumpah agar benar-benar menjalankan komitmen tersebut.

Aska pun kembali bersumpah demi Allah untuk menjadi "koboy" atau penggembala yang rajin dan tidak akan merasa malu dengan pekerjaan tersebut.

Apa bantuan yang diberikan kepada Aska?

Sebagai bentuk dukungan, Dedi Mulyadi kemudian memberikan modal sebesar Rp14 juta kepada Aska untuk membeli enam ekor domba yang terdiri dari empat domba betina dan dua domba jantan.

Dedi juga menegaskan agar uang tersebut benar-benar digunakan untuk membeli domba, bukan untuk membeli kendaraan seperti sepeda motor.

Ia juga berpesan kepada Aska agar tidak merasa malu menjadi peternak domba, karena pekerjaan tersebut dapat menjadi investasi masa depan.

Selain bantuan dari Dedi Mulyadi, sejumlah pejabat yang hadir dalam acara tersebut juga turut memberikan saweran kepada Aska.

Total bantuan yang terkumpul mencapai Rp30.200.000.

Bagaimana pengelolaan bantuan untuk masa depan Aska?

Untuk memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan secara bijak, Dedi Mulyadi kemudian membagi penggunaan dana tersebut menjadi beberapa bagian.

Sebesar Rp 1.200.000 diberikan secara tunai kepada ibu Aska untuk kebutuhan mendesak keluarga.

Sementara itu, sebesar Rp 29.000.000 disimpan di Bank Jabar sebagai tabungan.

Dana yang disimpan tersebut nantinya akan digunakan sebagai modal usaha ternak domba yang lebih terencana serta untuk mendukung biaya pendidikan Aska.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diterima tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dapat menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Aska dan keluarganya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bocah SD di Cianjur Disumpah Dedi Mulyadi, Dapat Modal Rp30 Juta Jadi Peternak Domba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang