Niat Hati Ingin Badal Umrah Ibu, Deviana Justru Jadi Korban Penipuan Travel Hanania: Saya Sudah Lelah

Deviana, Korban dari travel umrah Hanania Group dan Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan (ASF)
Deviana, Korban dari travel umrah Hanania Group dan Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan (ASF)

Akhir-akhir ini publik diramaikan dengan sejumlah calon jemaah umrah yang menggeruduk ke kantor travel Hanania Group lantaran menjadi korban penipuan.

PT Khazanah Tamma Internasional yang mengelola Hanania Group dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena telah melakukan dugaan penipuan serta penggelapan dana umrah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas kejadian ini, Direktur Utama dari travel umrah Hanania Group, Ahmad Syah Farhan (ASF) telah resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Salah satu korban dari kasus ini yaitu Deviana, seorang wanita asal Bandung yang mencurahkan keluh kesahnya setelah ditipu oleh travel tersebut.

Setelah sekian lama menabung untuk melakukan ibadah umrah, kini uang miliknya ludes begitu saja.

Melalui tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Deviana mengungkapkan perasaannya saat ini sudah berada di puncak lelah.

Sebab, dirinya tidak merasakan hasil jerih payah mengumpulkan uang untuk melakukan ibadah umrah, justru menjadi korban penipuan dan harus memantau kasus hingga selesai.

“Makanya sudah di titik lelah, saya introspeksi juga sudah tapi balik lagi kita hanya manusia biasa. Allah mungkin menyiapkannya lebih indah dari ini,” ungkap Deviana pada tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

“Karena kita pikir Allah itu mengabulkan doa hambanya tidak hanya di Mekkah. Tetapi kan impian semua orang Islam itu kan beradanya di sana. Keinginan, cita-citanya apalagi saya kan niatnya ingin membadalkan ibu saya,” sambungnya menjelaskan.

Deviana, Korban dari travel umrah Hanania Group

Deviana telah berniat melakukan Badal Umrah untuk ibunya yang telah meninggal dunia karena penyesalan yang telah ia lakukan.

Dirinya menyesal tidak datang saat sang ibu meninggal karena dihalangi oleh mantan suaminya.

“Umur anak saya yang pertama baru sepuluh hari. Saat itu pas saya mau pulang ada sedikit cerita kelam dari mantan suami saya, kalau saya pulang itu akan ditalak,” terangnya.

“Saat saya sekarang mau baru berdiri, saya ingin membadalkan orang tua saya. Yang mana saat terakhir hidupnya saya tidak tahu, saat menguburkannya juga saya tidak tahu. Bayangkan saat ibu saya di tahun 2005 mungkin HP belum canggih, belum ada video call begitu kan. Saya hanya mendengar bahwa sudah dimakamkan,” lanjutnya tak kuasa menahan air mata.

Penyesalan yang muncul dalam hatinya membuat Devina membayangkan sesuatu yang besar akan terjadi dalam hidupnya, seperti mewakilkan umrah ibunya.

“Dari situ saya berdoa suka canda, ‘kapan ya membayangkan sesuatu yang besar banget dalam hidup saya? Itu adalah kalau membawa kan nggak mungkin karena sudah nggak ada. Tapi bisa mengumrahkan ibu saya. Penyesalan hidup saya itu yang paling terbesar itu,” jelas Devina.

“Saat itu saya nggak berdaya. Kini saya berangkat yang dulunya saya seorang pegawai swasta. Saat ini saya menemukan seorang suami yang Alhamdulillah mengerti agama yang bisa bawa saya lebih baik,” terusnya.

Sejak itu wanita asal Bandung ini bersama suaminya berusaha menabung untuk melakukan Badal Umrah untuk sang ibunda.

Hingga ketika lebaran akan tiba, dirinya berdoa “Ya Allah, kalau ada rezekinya nanti saya mau mengumrahkan ibu saya.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nahas, kini Devina bersama sejumlah calon jemaah umrah lainnya menjadi korban dari dugaan penipuan serta penggelapan yang dilakukan Hanania Grup

(kmr)