Pelajar SMP di Takalar Ngaku Dipukul ASN, Begini Nasibnya!
Laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar berusia 14 tahun di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang diduga dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga kini belum menunjukkan kejelasan penanganan dari pihak kepolisian setempat.
Korban berinisial NH, siswa kelas II SMP, mengaku dianiaya oleh seorang ASN pada 20 September 2025 lalu. Ia menuturkan, kejadian bermula saat dirinya duduk bersama seorang teman di taman pojok, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Tak lama kemudian, anak pelaku datang menghampiri mereka.
“Tidak lama setelah itu, pelaku langsung datang dan memukul saya karena mengira saya yang mengajak anaknya pergi. Padahal saya tidak pernah melakukannya,” ujar NH, Selasa (14/10/2025).
ilustrasi perkelahian/kekerasan
NH mengaku pelaku memukulnya menggunakan helm hingga mengenai punggung. Ia sempat berusaha pergi dari lokasi, namun pelaku kembali menghadangnya di depan Kafe Onha.
“Di situ saya diadang, lalu ditampar dan dihina dengan kata-kata kasar. Pelaku menyebut saya anak pelacur,” beber NH.
Aksi pemukulan terhadap pelajar tersebut bahkan disebut disaksikan oleh seorang anggota kepolisian yang bertugas di Polda Sulawesi Selatan.
Setelah kejadian, korban bersama keluarganya mendatangi Polres Takalar untuk membuat laporan. Namun, menurut NH, laporan tersebut sempat ditolak oleh petugas.
“Besoknya baru saya kembali ke Polres Takalar, tepatnya tanggal 21 September 2025, dan saat itu laporan saya akhirnya diterima,” ungkapnya.
Hingga Selasa (14/10/2025), keluarga korban mengaku belum menerima perkembangan atau tindak lanjut dari laporan tersebut. Mereka berharap kepolisian bisa segera menindaklanjuti kasus ini agar keadilan bagi korban bisa ditegakkan.
Upaya konfirmasi kepada KBO Satreskrim Polres Takalar melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp tidak mendapat respons. Hal serupa juga terjadi saat redaksi mencoba menghubungi Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan. (Idris Tajannang/tvOne/Takalar)