Viral, 45 Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Keracunan MBG, Begini Kondisi Saat Ini

Sebanyak 45 siswa SMKN 1 Sine, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan usai mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga sebagian sempat pingsan pada Rabu (1/10/2025).
Puluhan siswa tersebut diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dikonsumsi sehari sebelumnya. Video kondisi siswa yang terbaring lemah di atas tikar di fasilitas kesehatan bahkan viral di media sosial.
Dalam rekaman itu tampak tenaga medis, guru, dan orangtua berusaha menenangkan korban keracunan yang mengeluhkan sakit perut.
Penjelasan Bupati Ngawi
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, membenarkan adanya peristiwa keracunan massal yang menimpa siswa SMKN 1 Sine. Menurutnya, sebanyak 45 siswa masih menjalani perawatan medis di puskesmas maupun klinik sekitar Kecamatan Sine.
“Saat ini anak yang sedang dilakukan perawatan ada 45 anak dari SMKN 1 Sine. Mereka tersebar di beberapa puskesmas dan klinik sekitar Kecamatan Sine,” kata Ony kepada Kompas.com, Rabu.
Meski begitu, Ony belum bisa memastikan bahwa penyebab keracunan massal tersebut berasal dari menu MBG.
“Anak-anak hari ini belum makan MBG. Saat ini tim Dinas Kesehatan masih melakukan observasi menyeluruh. Biasanya keracunan makanan itu maksimal dua jam setelah makan sudah ada gejala,” ujarnya.
Kronologi Kejadian di Sekolah
Kepala SMKN 1 Sine, Agus Setyabudi, menjelaskan gejala keracunan mulai dirasakan para siswa setelah mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila pada Rabu pagi.
“Tadi pagi setelah upacara, anak-anak masuk kelas. Kemudian ada satu dua anak yang ke belakang. Makin lama jumlahnya bertambah, mereka mengalami mual, muntah, dan pusing,” jelas Agus.
Beberapa siswa bahkan dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah sebelum akhirnya jatuh pingsan dan mengalami sesak napas.
“Kemudian ada yang jatuh pingsan, sesak napas, lalu kami bawa ke puskesmas,” tambah Agus.
Agus menuturkan, makanan bergizi gratis (MBG) yang diterima sekolah sehari sebelumnya terdiri dari nasi, sayur oseng, dan lauk ikan.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah makanan tersebut menjadi penyebab puluhan siswanya sakit. Saat ini, Dinas Kesehatan Ngawi masih melakukan pemeriksaan laboratorium.
Kesaksian Korban
Para siswa yang mengalami mual, muntah dan pusing diduga akibat keracunan MBG terbaring lemas mendapatkan perawatan di Puskesmas Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Salah satu siswa, Meilani, menceritakan awal mula dirinya mengalami gejala keracunan makanan.“Rasanya pusing, mual, dan muntah. Awalnya waktu jam pelajaran,” ujar Meilani.
Ia menduga gejalanya muncul usai mengkonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (30/9/2025) siang.
“Menu MBG kemarin datang sekitar pukul 12.30, isinya nasi, sayur oseng, dan ikan. Sampai sekarang masih terasa pusing dan mual,” ungkapnya.
Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadi, menyebut pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi setelah menerima laporan adanya puluhan siswa yang sakit.
Polisi juga mengambil sampel makanan dan muntahan korban untuk diperiksa di laboratorium forensik.
“Sampel semuanya kami ambil. Nanti hasilnya akan kami sampaikan, apakah penyebabnya dari MBG atau dari yang lain,” kata Aris.
Ia menegaskan, keracunan terjadi sebelum para siswa sempat mengonsumsi jatah MBG yang seharusnya dibagikan pada Rabu. Terakhir kali siswa mengonsumsi MBG adalah Selasa siang.
Selain itu, polisi juga akan memeriksa pihak sekolah, korban, orang tua, serta pengelola dapur penyedia MBG untuk mendalami penyebab dugaan keracunan massal ini.
Pemkab Ngawi Fokus Penanganan Korban
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko atau akrab disapa Antok, menyatakan pemerintah daerah memprioritaskan penanganan medis siswa yang menjadi korban.
“Kami prioritaskan penanganannya untuk menyelamatkan anak-anak kita,” kata Antok.
Ia menyebutkan, korban keracunan makanan bergizi gratis itu dirawat di lima fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, Puskesmas Tambakboyo, Puskesmas Mantingan, dan Klinik Aisyiyah Sine.
Menurut Antok, sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang, namun tetap dalam pemantauan dan observasi. Ia menambahkan, kasus serupa juga terjadi di sekolah lain.
“Keluhan mual, muntah, dan pusing tidak hanya dialami siswa SMKN 1 Sine. Beberapa siswa di SMP 4 Muhammadiyah Sine juga mengalami hal serupa,” ungkapnya.
Meski begitu, Antok menegaskan kejadian ini belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Puskesmas dan Dinkes sudah menyiapkan langkah antisipasi. Soal penghentian MBG tidak ada, evaluasi teknis masih terus dilakukan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Ngawi saat ini masih melakukan observasi dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan massal.
Hasil uji sampel makanan MBG dan muntahan korban akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk evaluasi program makanan bergizi gratis.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan "45 Siswa SMKN di Ngawi Diduga Keracunan MBG, Kepsek: Ada yang Pingsan dan Sesak Napas"