Rupiah Menguat Cermati Naiknya Target Defisit APBN Jadi 2,68 di 2026

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Ilustrasi mata uang Rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.667 per Selasa, 25 November 2025. Posisi rupiah itu menguat 42 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.709 pada perdagangan Senin, 24 November 2025.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 26 November 2025 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.645 per dolar AS. Posisi itu menguat 12 poin atau 0,07 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.657 per dolar AS.

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Dalam nota keuangan pada Sidang Tahunan MPR 15 Agustus 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto punya harapan soal pengelolaan APBN dimana Dia ingin APBN 2027 atau 2028 tidak lagi defisit. Sehingga pendapatan dan belanja negara seimbang, atau bahkan pendapatan lebih besar daripada belanja.

Dalam nota keuangan tersebut, Prabowo menyampaikan target defisit APBN 2026 sebesar 2,48 persen dari produk domestik bruto (PDB). Artinya, butuh waktu setahun untuk menekan defisit dari 2,48 persen menjadi nol seperti cita-cita Prabowo.

Namun alih-alih turun, Kementerian Keuangan pada September 2025 mengerek target defisit tahun depan dari rancangan awal 2,48 persen menjadi 2,68 persen. Kenaikan tersebut pun disetujui DPR lewat pengesahan Undang-Undang APBN 2026.

"Defisit anggaran dinaikkan karena pemerintah ngotot menjalankan program prioritas tahun depan, di antaranya makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu, 26 November 2025.

Angka 2,68 persen memang masih di bawah ketentuan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mengamanatkan defisit maksimal 3 persen terhadap PDB. Itu pun bukan berarti pemerintah tidak bisa menetapkan defisit di atas 3 persen.

Program-program yang menyedot dana jumbo tersebut tentu membuat belanja pemerintah membengkak. Sedangkan penerimaan negara belum pulih sejak masa pandemi. Penerimaan pajak yang menjadi sumber utama pendapatan negara tidak kunjung mencapai target.

Rasio penerimaan pajak dari PDB pun ambles dari 10,39 pada 2022, menjadi 10,31 persen pada 2023, dan 10,08 persen pada 2024. Karena itu, untuk menutup kenaikan defisit, pemerintah bakal menerbitkan surat utang.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.650 - Rp 16.700," ujarnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Sebagai informasi, pelaku pasar tampaknya yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Desember 2025, seiring terus mengalirnya data ekonomi AS. Hal tersebut terlihat dari komentar dovish para pejabat The Fed, yang meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan bulan Desember mendatang.