Kinerja Fundamental Ekonomi RI Kuat, Purbaya Nilai Rupiah Harusnya Ikut Menguat

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, nilai tukar rupiah seharusnya menguat, karena fundamental perekonomian nasional menunjukkan kinerja yang kuat.

Faktanya, rupiah bergerak melemah 39 poin atau 0,23 persen menjadi Rp 16.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin kemarin, dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp 16.958 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau ekonomi lagi lari kencang, makin kencang, harusnya fundamentalnya baik. Kalau normal, rupiah harusnya menguat," kata Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Meski demikian, Purbaya menyerahkan strategi intervensi kepada Bank Indonesia (BI), sebagai otoritas yang bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Dia menyatakan tidak akan berkomentar lebih jauh, untuk menghindari spekulasi intervensi pemerintah terhadap kebijakan moneter.

“Saya enggak tahu kenapa (rupiah) melemah. Anda harus tanyakan ke bank sentral. Karena tanggung jawab bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan meningkatnya konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah antara Iran vs AS-Israel, terutama di Selat Hormuz.

Pasukan marinir AS disebut akan dikerahkan menuju Iran untuk melakukan serangan. Terlebih AS-Israel terus melakukan serangan timbal balik dengan Iran dalam pertempuran tersebut.

“Hal ini mengindikasikan bahwa Iran masih sanggup melakukan perlawanan," kata Ibrahim kepada awak media, Selasa, 17 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, Presiden AS, Donald Trump, juga menawarkan hadiah sebesar US$10 juta, kepada siapapun yang bisa memberikan informasi keberadaan pemimpin baru Iran. Tindakan Trump ini pada akhirnya membuat kegaduhan di Timur Tengah semakin memanas dengan cukup signifikan.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.990-Rp 17.050," ujarnya.