Kontribusi Sektor Maritim ke PDB Ditargetkan Naik Jadi 9,1 Persen, AHY Ungkap Strateginya

Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

 Kontribusi sektor maritim terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang kini tercatat 8,1 persen ditargetkan naik menjadi 9,1 persen pada 2029.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, untuk mencapai tujuan itu, pemerintah memperkuat kebijakan fiskal di sektor maritim, melakukan reformasi struktural, dan mendorong investasi swasta yang lebih besar.

?"Kita menargetkan kontribusi sektor maritim terhadap PDB dapat meningkat dari 8,1 persen di tahun 2025 menjadi hingga 9,1 persen pada tahun 2029," ucap dia di Jakarta, Kamis.​, 6 November 2025.

Selain itu, pihaknya turut berupaya meningkatkan kapasitas dan efisiensi pelabuhan utama, serta memperkuat jaringan tol laut sebagai tulang punggung logistik nasional.

Adapun beberapa proyek strategis yang siap dikembangkan untuk memacu pertumbuhan sektor maritim nasional, kata AHY antara lain terminal peti kemas dan produk di Jakarta, Terminal Kijing, Kalimantan Barat dan kawasan industrinya, Pelabuhan Baru Makassar, serta Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

?"Ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi maritim melalui peningkatan efisiensi logistik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, laut adalah perangkat utama Indonesia," kata AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Sementara itu, untuk memastikan layanan transportasi laut yang semakin andal, aman, dan efisien, disampaikan dia, pemerintah terus mendorong peremajaan dan modernisasi armada, sekaligus menambah kapasitas layanan diberbagai rute penting, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sementara, mewakili Pemerintah Indonesia, AHY menandatangani MoU dengan Rusia dalam rangka penguatan kolaborasi di sektor maritim.

Kolaborasi ini mencakup peningkatan kapasitas dan kapabilitas dalam kegiatan angkutan laut melalui alih teknologi dan transisi energi.

Selanjutnya mendorong kerja sama ilmiah dan teknis di bidang maritim, mengembangkan transformasi infrastruktur pelabuhan yang berlandaskan lingkungan, serta memajukan kerja sama di bidang industri galangan kapal.

Selain itu, melaksanakan pendidikan dan pelatihan di sektor maritim, serta memajukan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. (Ant)