Blender vs Juicer, Ini Alasan Mengapa Blender Lebih Unggul

blender, juicer, blender dan juicer, Blender vs Juicer, Ini Alasan Mengapa Blender Lebih Unggul, 1. Juicer bikin buah dan sayur rendah serat, 2. Blender mengurangi limbah makanan, 3. Blender lebih hemat, 4. Perawatan dan pembersihan blender lebih mudah

Juicer sering dipandang sebagai simbol gaya hidup sehat. Itu karena buah dan sayur langsung menjadi minuman tanpa harus ditambah air. Sementara untuk blender, kita biasanya menambahkan air.

Namun, jika dibandingkan dengan blender, ternyata ceritanya tidak sesederhana itu. Blender bisa lebih unggul.

Berikut empat alasan mengapa blender sebenarnya lebih unggul dibanding juicer, baik dari sisi kesehatan, keuangan, maupun dampak lingkungan.

1. Juicer bikin buah dan sayur rendah serat

Ketika menggunakan juicer, cairan dari buah dan sayuran akan dipisahkan dari ampas padatnya. Hasilnya memang berupa jus yang tampak segar dan manis, tetapi tanpa serat sama sekali.

Padahal, serat adalah komponen penting untuk kesehatan jantung dan pencernaan. Jus yang dihasilkan juga cenderung tinggi gula alami, terutama bila memakai banyak buah.

Sebaliknya, blender mengolah seluruh bagian buah dan sayur, termasuk serat dan nutrisi padat yang biasanya terbuang.

Dengan begitu, minuman hasil blender, seperti smoothie, lebih kaya vitamin, mineral, dan serat alami yang membantu kenyang lebih lama serta menstabilkan gula darah.

2. Blender mengurangi limbah makanan

Satu kelemahan besar dari juicer adalah ampas yang terbuang. Padahal, ampas itu masih mengandung banyak nutrisi.

Dalam skala besar, hal ini ikut memperburuk masalah limbah makanan yang sangat tinggi di banyak negara.

blender, juicer, blender dan juicer, Blender vs Juicer, Ini Alasan Mengapa Blender Lebih Unggul, 1. Juicer bikin buah dan sayur rendah serat, 2. Blender mengurangi limbah makanan, 3. Blender lebih hemat, 4. Perawatan dan pembersihan blender lebih mudah

Ilustrasi jus nanas bagus untuk apa?

Dengan blender, semua bahan yang digunakan ikut terkonsumsi. Tak ada bagian yang dibuang. Selain lebih efisien, cara ini juga membantu mengurangi sampah organik.

Bahkan, sedikit potongan buah yang masih terasa dalam smoothie justru menambah tekstur dan kenikmatan tersendiri.

3. Blender lebih hemat

Membuat satu gelas jus membutuhkan lebih banyak buah dan sayur dibanding membuat smoothie. Artinya, kamu perlu membeli bahan dalam jumlah lebih besar hanya untuk porsi kecil.

Selain itu, harga juicer relatif mahal, sehingga tidak semua orang bisa membelinya. Sebaliknya, blender hadir dalam banyak varian harga dengan performa yang tak kalah baik.

Dari sisi penggunaan bahan, blender juga lebih ekonomis karena memanfaatkan seluruh bagian buah dan sayur tanpa sisa.

4. Perawatan dan pembersihan blender lebih mudah

Setelah membuat jus, bagian dalam juicer sering kali dipenuhi sisa ampas halus yang lengket dan sulit dibersihkan. Jika dibiarkan terlalu lama, residu tersebut bisa mengeras dan menimbulkan bau tak sedap.

Sementara itu, membersihkan blender jauh lebih sederhana. Cukup isi dengan air dan sedikit sabun cuci piring, lalu nyalakan sebentar, semua bagian akan bersih dalam hitungan detik.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.