Hati-hati! 6 Jenis Makanan Ini Jangan Dimasukkan ke Blender
Blender memang menjadi salah satu peralatan dapur yang sangat membantu dalam mempersingkat waktu memasak.
Mulai dari membuat jus, smoothie, saus, hingga bumbu halus, semua bisa dilakukan dengan cepat. Namun, tidak semua bahan cocok untuk dimasukkan ke alat ini.
Beberapa justru bisa membuat mesin cepat rusak, bilahnya tumpul, atau bahkan berisiko menimbulkan bahaya saat digunakan.
6 makanan yang jangan dimasukkan blender
Berikut enam jenis makanan yang sebaiknya tidak diblender, agar peralatan dapurmu tetap awet dan aman digunakan.
1. Makanan atau cairan panas
Kesalahan paling umum adalah langsung memasukkan makanan panas ke dalam blender. Uap dari makanan panas bisa menimbulkan tekanan tinggi di dalam wadah yang tertutup rapat.
Ilustrasi air sangat panas. Minum air terlalu panas, yang suhunya di atas 57,8 Celcius, bisa mengganggu indra perasa hingga meningkatkan risiko kanker.
Akibatnya, tutup blender bisa terlepas mendadak dan menyemburkan cairan panas ke luar, sangat berisiko menyebabkan luka bakar.
Selain itu, suhu tinggi juga bisa merusak komponen blender, seperti seal karet atau bagian plastik yang tidak tahan panas. Sebaiknya, biarkan makanan dingin terlebih dahulu sebelum diblender.
2. Biji kopi
Meski terlihat sepele, menggiling biji kopi dengan blender bukanlah ide bagus. Tekstur biji kopi yang keras dapat membuat bilah pisau cepat tumpul.
Ilustrasi kopi, biji kopi.
Hasil gilingannya pun biasanya tidak merata, sehingga rasa kopi menjadi tidak konsisten. Jika ingin menggiling kopi, gunakan coffee grinder yang memang dirancang khusus untuk itu.
3. Es batu
Tidak semua blender memiliki tenaga cukup untuk menghancurkan es batu. Jika digunakan secara paksa, es batu bisa memicu keretakan pada tabung, menumpulkan pisau, atau membuat motor bekerja terlalu berat.
Ilustrasi es batu
Kalau ingin membuat minuman dingin seperti smoothie, tambahkan sedikit cairan (air, susu, atau jus). Cairan ini membantu proses penghancuran es agar tidak membebani mesin.
4. Buah kering
Buah kering seperti kurma, kismis, dan aprikot sering digunakan untuk membuat jus atau pasta alami. Namun, teksturnya yang keras sekaligus lengket bisa jadi musuh bagi blender.
Makan buah saat buka puasa Ramadhan bisa menjadi cara yang baik untuk tetap menjaga kesehatan. Buah terbaik meliputi kurma, pisang, dan pepaya.
Bagian keras dapat menumpulkan pisau, sementara bagian lengket bisa menempel di bilah dan menyumbat mesin.
Solusinya, rendam buah kering terlebih dahulu dalam air panas selama beberapa menit agar lebih lunak sebelum diblender.
5. Kacang utuh
Blender memang bisa digunakan untuk membuat selai atau susu kacang, tetapi bukan berarti kacang utuh bisa langsung dimasukkan begitu saja.
Kacang almond adalah salah satu kacang yang direkomendasikan untuk mencegah penyakit jantung.
Kacang seperti almond atau mede bertekstur keras, sehingga bisa membuat bilah cepat tumpul dan motor bekerja terlalu berat.
Untuk hasil yang lebih aman dan halus, rendam kacang selama beberapa jam hingga teksturnya lebih empuk sebelum diproses.
6. Kentang
Membuat kentang tumbuk dengan blender tampak praktis, tapi hasilnya justru mengecewakan.
Ilustrasi kentang.
Blender akan menghancurkan kentang terlalu halus sehingga pati di dalamnya keluar berlebihan. Hasil akhirnya bukan lembut, melainkan lengket dan kenyal seperti lem.
Lebih baik gunakan garpu, alat penumbuk kentang, atau mixer khusus agar tekstur mashed potato tetap lembut dan fluffy.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.