Top 5+ Minuman untuk Cegah Dehidrasi Tubuh Saat Musim Kemarau
Musim kemarau di Indonesia 2026 dikabarkan akan cenderung datang lebih awal dibandingkan kondisi normalnya. Hal ini terjadi karena adanya pergeseran yang dipengaruhi oleh berakhirnya La Nina pada Februari 2026.
BMKG memantau bahwa peralihan angin baratan menjadi angin timuran menjadi penanda masuknya musim kemarau. Dalam catatan BMKG 114 zona musim, 16,3 persen sudah memasuki musim kemarau pada April 2026.
Selanjutnya, akan disusul 26,3 persen yang diperkirakan akan menyusul pada Mei 2026 dan 23,3 persen sisanya pada Juni 2026.
Kabarnya, puncak kemarau juga akan terjadi pada sejumlah wilayah di Indonesia pada sekitar Agustus 2026. Sejumlah wilayah seperti Kalimantan dan Sulawesi akan mulai mengalami puncak kemarau di bulan Agustus serta sejumlah wilayah seperti Sulawesi dan sebagian Maluku akan mengalami puncak kemarau di bulan September.
BMKG juga menjelaskan bahwa durasi kemarau di Indonesia tahun ini akan lebih panjang dari normalnya.
Mengapa tubuh lebih mudah dehidrasi saat kemarau?
Dalam kondisi seperti ini, salah satu masalah utama yang akan terjadi saat cuaca panas akibat kemarau hingga beberapa bulan kedepan adalah dehidrasi. Kondisi yang membuat tubuh lemas dan bisa menurunkan produktivitas serta daya tahan tubuh.
Sejumlah orang yang berisiko terkena dehidrasi seperti lansia, anak-anak atau atlit dengan aktivitas fisik yang ekstrem. Maka dari itu, ada banyak orang yang berpendapat bahwa minum air putih sudah cukup untuk menjaga cairan tubuh.
Padahal ada beberapa minuman yang bisa menjadi pengganti hidrasi tubuh dengan manfaat lengkap.
Minuman untuk mencegah dehidrasi
Dilansir dari Kompas, ada sejumlah minuman yang bisa dijadikan pengganti air mineral untuk membantu meningkatkan cairan tubuh agar tidak mudah dehidrasi.
1. Air kelapa
ilustrasi air kelapa
Air kelapa dikenal dengan salah satu minuman alami terbaik untuk hidrasi. Kandungan elektrolit dalam buah kelapa seperti kalium, natrium bisa menjadikan minuman ini sangat ideal untuk mengganti cairan tubuh akibat berkeringat berlebihan.
Jika kamu merasa lemas dan kurang berenergi akibat dehidrasi ringan, air kelapa bisa menjadi solusi cepat untuk mengatasinya. Namun, jika kamu mulai mengalami gejala muntah dan mual, maka minumlah air kelapa perlahan-lahan agar tubuh lebih mudah menyerap cairan.
2. Kaldu
Ilustrasi sup ayam kampung kuah bening yang banyak disukai orang karena rasanya yang gurih dan cocok disantap saat cuaca dingin.
Kaldu yang terbuat dari rebusan tulang atau daging mengandung fosfor, magnesium dan natrium yang sangat dibutuhkan saat dehidrasi. Selain membantu hidrasi, kaldu juga memberikan efek menenangkan terutama jika disajikan saat hangat.
Kamu bisa mengonsumsi kaldu saat tidak berselera makan karena cairan mudah diserap dan memberikan rasa kenyang ringan tanpa membebani sistem pencernaan.
3. Jus buah
Ilustrasi jus jeruk. Salah satu cara mengolah serabut putih pada jeruk adalah dengan membuatnya menjadi jus bersama daging buah jeruk.
buahan yang mengadung air yang tinggi seperti semangka, melon, jeruk dan stroberi merupakan sumber hidrasi alami. Ketika diolah menjadi jus, kandungan cairan menjadi lebih mudah dikonsumsi dengan jumlah besar.
Selain menyegarkan, jus buah juga kaya akan vitamin C dan antioksidan dan bermanfaat bagi tubuh untuk menjaga daya tahan tubuh saat terlalu lama terpapar sinar matahari.
4. Smoothie
ilustrasi smoothie
Smoothie bisa menjadi cara lezat untuk menikmati buah untuk bantu mengatasi dehidrasi. Biasanya buah ini diolah dengan campuran buah, susu, dan yogurt. Smoothie tidak hanya mengandung cairan, namun juga memberikan protein, kalsium dan probiotik yang baik bagi tubuh.
Buah-buahan dengan bahan berry biasanya mengandung vitamin C lebih tinggi. Selain itu, campuran buah dengan bahan pilihan lainnya juga bisa memberikan rasa kenyang lebih lama.
5. Susu
Ilustrasi susu.
Selanjutnya, susu bisa menjadi pilihan yang baik untuk mencari minuman yang bisa mengganti cairan tubuh. Kandungan susu seperti laktosa, natrium, dan kalium dalam susu membantu tubuh untuk menyerap dan menahan cairan lebih lama.
Selain itu, susu juga memberikan tambahan energi karena kandungan karbohidrat dan proteinnya, sehingga cocok dikonsumsi saat pagi atau malam hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang